Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratusan Anak Antusias Ikuti Konser Dongeng INDORA Dorong Pengasuhan Anak Lewat Dongeng

Sirojul Munir • Minggu, 16 November 2025 | 23:13 WIB

 

ANTUSIAS – Ratusan siswa TK se Kecamatan Kedungjati antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Erwin di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Sabtu (15/11).
ANTUSIAS – Ratusan siswa TK se Kecamatan Kedungjati antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Erwin di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Sabtu (15/11).
GROBOGAN – Ratusan anak TK se Kecamatan Kedungjati antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Erwin di Sekretariat Yayasan Indonesia Ramah Anak (Kampung Kalikan, RT 04 RW V, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan), Sabtu (15/11). Konser dongen tersebut sebagai langkah awal untuk menyikapi fenomena ketergantungan anak pada gawai dinilai kian memprihatinkan.

Ketua Yayasan Indonesia Ramah Anak (INDORA), Taufieq Uwaidha, mengingatkan bahwa teknologi digital—mulai smartphone, tablet hingga laptop—meski membantu proses belajar, tetap menyimpan risiko besar bila tidak diawasi dengan benar.

“Tidak dipungkiri bahwa gadget sangat membantu aktivitas kita, termasuk anak-anak dalam belajar. Tapi seperti pisau bermata dua, ada sisi tajam yang bisa melukai,” ujar Taufieq.

Menurutnya, anak-anak dan remaja yang masih kesulitan mengontrol diri mudah terjebak pada persoalan fisik, mental, penurunan fokus belajar, hingga masalah pergaulan di dunia nyata.

Ia menilai kondisi tersebut makin diperburuk oleh lemahnya pengawasan orang tua. Banyak orang tua, kata dia, tanpa sadar mengeksploitasi anak di media sosial atau terlalu cepat memperkenalkan gawai dan medsos tanpa memahami kesesuaian usia.

”Ini pola pengasuhan yang bergeser. Dari sentuhan langsung orang tua, kini perannya seolah digantikan oleh layar,” tegasnya.

Untuk merespons tantangan itu, INDORA menggandeng Komunitas DOBABA menggelar Kegiatan Konser Dongeng sebagai alternatif penguatan pengasuhan anak di era digital. Tema kegiatan tahun ini ialah “Mendongeng Sebagai Media Alternatif Pengasuhan Anak di Era Digital.”

Konser dongeng tersebut dilaksanakan dalam tiga event berdasarkan Daerah Binaan (Dabin) Pengawas TK di Kecamatan Kedungjati. Total 500 anak dari 25 lembaga TK terlibat dalam kegiatan yang menghadirkan Kak Erwin dan Komunitas DOBABA sebagai pendongeng utama.

Selama dua jam acara, anak-anak disuguhi dongeng bertema pengasuhan positif, hubungan sehat antara orang tua dan anak, hingga edukasi mengenai bahaya penggunaan gadget dan media sosial yang tidak sesuai usia.

Menurut Taufieq, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun karakter anak yang santun dan berakhlak sejak dini, sekaligus meningkatkan kapasitas guru TK dan orang tua dalam pengasuhan berbasis hak anak. Guru, kepala TK, serta pengawas pendidikan juga akan mendapat sosialisasi terkait kebijakan perlindungan anak dan pengetahuan dasar mendongeng.

“Kami ingin ada kebersamaan antara sekolah, orang tua, dan pegiat perlindungan anak untuk memastikan tumbuh kembang anak yang ceria, sehat, dan mandiri,” ujar Taufieq.

Setelah rangkaian konser dongeng selesai, INDORA bersama DOBABA akan menggelar evaluasi bersama pihak sekolah dan Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kedungjati. Evaluasi ini penting sebagai dasar penyempurnaan kegiatan serupa di masa mendatang.

Anggaran penyelenggaraan Konser Dongeng 2025 merupakan hasil sharing antara Yayasan INDORA, Komunitas DOBABA, serta adanya dukungan dari Bank BPR BKK Purwodadi dan Saka Bhakti Husada Kecamatan Purwodadi. Di akhir penyampaian, Taufieq mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi anak-anak TK di Kecamatan Kedungjati.

“Semoga Konser Dongeng 2025 ini menjadi ikhtiar kecil yang berdampak besar bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.

Konser Dongeng di Kedungjati Tahun 2025 ini. Dengan melibatkan 25 lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak se Kecamatan Kedungjati, gelaran Konser Dongeng dilaksanakan sebanyak 3 putaran, yaitu pada tanggal 4 Oktober 2025, 25 Oktober dan terakhir tanggal 15 November 2025.

Di putaran pertama sebanyak 120 peserta didik TK hadir dari 7 lembaga, yaitu TK Pertiwi Desa Kentengsari, TK Dharma Wanita (DW) Desa Karanglangu, TK DW Desa Panimbo, TK DW 2 dari Desa Padas, TK PGRI 2 Desa Padas, TK DW dan TK Masyitoh dari Desa Klitikan.

Kemudian putaran kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2025 yang dihadiri 119 peserta didik dari 7 TK DW Desa Deras, TK DW 2 dan 3 dari Desa Kalimaro, TK DW 1 dan 2 Desa Jumo, TK DW 1 dan 2 dari Desa Wates.

Terakhir pada tanggal 15 November 2025, hadir sebanyak 231 peserta didik dari 9 lembaga pendidikan TK, yaitu TK Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), TK DW 1 dan DW 2, TK Islam Sudirman, dan TK Tunas Rimba III yang semuanya beralamat di Desa Kedungjati. Kemudian dari Desa Prigi ada 3 lembaga TK yang berpartisipasi, yaitu TK Bunga Bangsa, TK Cinta Bangsa Mandiri, dan TK Bina Kasih. Hadir pula peserta didik TK dari Desa Ngombak, yaitu TK Dharma Wanita.

Yayasan INDORA sebagai salah satu Lembaga Masyarakat yang ada di Kabupaten Grobogan mencoba untuk memberikan kontribusinya terutama dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat (terutama orang tua dan pendidik anak) tentang pentingnya membangun karakter anak melalui pola-pola pengasuhan yang baik, sesuai dengan usia dan tahapan tumbuh kembang anak.  (mun)

Editor : Zainal Abidin RK
#ramah anak #dongeng