Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tinggal Sendirian, Kakek di Grobogan Tewas Terpanggang saat Ditinggal Keluarga Rewang, Ini Dugaan Penyebabnya

Ali Mustofa • Kamis, 13 November 2025 | 18:21 WIB

EVAKUASI: Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban.
EVAKUASI: Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban.

RADAR KUDUS - Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Gemblung, RT 4 RW 7, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu malam (12/11/2025).

Dalam peristiwa tragis itu, tiga rumah warga hangus terbakar, sementara seorang pria lanjut usia meninggal dunia terjebak di dalam rumahnya.

Korban diketahui bernama Sukani (75), warga setempat yang telah lama menderita stroke dan tidak mampu bergerak.

Baca Juga: 15 PPPK Grobogan Tak Lanjut Kontrak, Ratusan Lainnya Bersiap Perpanjangan

Saat kejadian, korban sedang berada sendirian di dalam rumah, sementara anak serta cucunya tengah menghadiri kegiatan rewang di rumah tetangga yang berjarak sekitar 500 meter.

Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto menjelaskan, dua rumah yang terbakar merupakan milik Salim (48), menantu korban, sedangkan satu rumah lainnya milik Suyatni (79).

Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik dari kipas angin di ruang tamu rumah Salim yang masih menyala saat ditinggalkan pemiliknya.

Sekitar pukul 19.45 WIB, tetangga korban, Hadi Prayitno (75), mendengar suara aneh seperti kayu terbakar dari arah depan rumah.

Ketika ia memeriksa melalui jendela, api sudah membubung tinggi dan merembet ke rumah tengah tempat korban berada, kemudian menjalar ke rumah milik Suyatni.

“Saya sedang menonton televisi. Tiba-tiba terdengar suara ‘pletok-pletok’. Begitu saya lihat, api sudah besar. Saya sempat mau menolong Pak Sukani, tapi nyalanya cepat sekali membesar. Saya akhirnya teriak minta bantuan warga,” ungkap Hadi kepada petugas.

Baca Juga: Tes Medis Berujung Panik, Mantan gelandang Chelsea Oscar Kolaps dan Dirawat di Rumah Sakit

Tak lama kemudian, warga bersama petugas Polsek Wirosari, Koramil, dan tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Wirosari datang untuk memadamkan api.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena sebagian besar bangunan terbuat dari bahan kayu.

Setelah berjuang hampir dua jam, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat proses pendinginan, petugas menemukan jasad Sukani di kamar bagian belakang dalam posisi terlentang.

Tubuh korban sudah dalam kondisi hangus terbakar, dengan sebagian anggota tubuh nyaris menjadi abu.

“Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena kondisi fisiknya lemah akibat stroke. Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat luka bakar berat,” jelas Kapolsek Saptono.

Baca Juga: Warna-Warni Kreativitas Anak Blora di Festival Mewarnai 2025, Sambut HUT ke-276 Kabupaten

Selain menelan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan tiga sepeda motor dan sejumlah dokumen penting.

Total kerugian materi ditaksir mencapai Rp125 juta, meliputi rumah Salim senilai sekitar Rp100 juta dan rumah Suyatni sekitar Rp25 juta.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah Sukani kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Dokoro.

Kapolsek Wirosari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan listrik dan peralatan elektronik, terutama ketika meninggalkan rumah.

“Pastikan semua alat listrik dalam keadaan mati agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #grobogan #rewang #kakek #tewas terpanggang