Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembatasan Kuota Solar Picu Antrean Panjang di SPBU Grobogan, Tim Gabungan Lakukan Sidak

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 8 November 2025 | 01:49 WIB
SIDAK: Tim gabungan saat melakukan sidak di SPBU Gajah Mada, Kota Purwodadi.
SIDAK: Tim gabungan saat melakukan sidak di SPBU Gajah Mada, Kota Purwodadi.

GROBOGAN – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Grobogan mulai tampak mengular dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh kebijakan pembatasan kuota BBM solar bersubsidi yang mulai diberlakukan sejak awal November 2025.

Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Disperindag bersama Polres Grobogan langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi. Dua titik yang dipantau, yakni SPBU Nglejok dan SPBU Gajah Mada, ditemukan mengalami kekosongan stok solar.

“Memang hasil pemantauan dua SPBU kosong. Kita pastikan di semua SPBU kekurangan bahan bakar solar,” ungkap Kepala Disperindag Grobogan, Pradana Setyawan.

Ia menjelaskan, pembatasan kuota solar ini merupakan kebijakan baru yang diterapkan di wilayah Grobogan. Jika sebelumnya tidak ada batasan dalam penebusan BBM bersubsidi, maka di bulan ini setiap SPBU mendapat alokasi lebih terbatas.

“Ada sedikit pembatasan yang menurut analisa kami membuat antrean panjang di beberapa SPBU,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, stok solar di SPBU Ayodya hanya sekitar 56 kiloliter untuk delapan hari, sedangkan di SPBU Gajah Mada sebanyak 80 kiloliter untuk delapan hari. Dengan rata-rata jatah 10 kiloliter per hari, pasokan itu langsung habis setiap kali pengiriman datang.

"Barang datang langsung keluar semua dan habis. Bahkan ada SPBU yang menjadwalkan pengisian malam hari pukul 19.00 hingga 00.00,” tambah Pradana.

Selain karena pembatasan, antrean panjang juga diduga diperparah oleh pengalihan arus kendaraan ke Purwodadi akibat genangan rob di jalur Pantura, yang meningkatkan konsumsi solar di wilayah Grobogan.

Ke depan, pemkab tengah berkoordinasi dengan PT Pertamina, DBH Migas, dan Pemprov Jawa Tengah untuk mencari alternatif solusi, termasuk kemungkinan penambahan alokasi solar.

Disperindag juga mengimbau pengelola SPBU agar memaksimalkan kuota yang ada dan memperketat penggunaan aplikasi MyPertamina melalui QR-Code agar penyaluran lebih tepat sasaran.

“Kami berharap situasi ini segera normal. Pemerintah daerah terus berupaya agar pasokan solar mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #solar #solar langka #SPBU #Pembatasan Kuota Solar #pembatasan kuota solar bersubsidi