GROBOGAN - Masyarakat Kabupaten Grobogan mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam sepekan terakhir.
Antrean panjang kendaraan, terutama truk dan mobil bermesin diesel, tampak di sejumlah SPBU.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Grobogan, Pradana Setiawan, membenarkan adanya antrean panjang tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan penyebab berkurangnya pasokan solar di lapangan.
“Kami sudah melakukan konfirmasi ke Pertamina dan masih menunggu hasil resmi. Begitu ada jawaban, pasti kami sampaikan kepada masyarakat,” ujar Pradana, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, Disperindag juga terus memantau distribusi solar di seluruh SPBU agar tidak terjadi penyimpangan maupun penimbunan.
“Kami pastikan pengawasan tetap berjalan. Kalau ada kendala pasokan, segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan, Kristina, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan pengecekan di beberapa SPBU yang dilaporkan ramai antrean, antara lain di Getasrejo, Jalan Gadjah Mada, Nglejok, dan Toroh.
“Beberapa SPBU memang tampak padat, terutama di Ngemplak dan Krangganharjo. Kami masih menunggu konfirmasi dari Pertamina untuk memastikan penyebab utamanya,” jelas Kristina.
Menurutnya, kuota solar untuk Kabupaten Grobogan tahun 2025 mencapai 80.762 kiloliter (KL). Namun menjelang akhir tahun, konsumsi solar biasanya meningkat karena banyak sektor mengejar target penyelesaian proyek dan aktivitas pertanian meningkat.
“Kami juga tengah mengkaji kemungkinan pengajuan tambahan kuota solar menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Dari pengakuan salah satu petugas SPBU Toroh, stok solar memang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
“Solar agak langka. Stoknya dikurangi menjelang Nataru, jadi pengirimannya tidak sebanyak biasanya,” ungkapnya.
Dampak kelangkaan ini juga dirasakan para petani. Seorang petani asal Kecamatan Gabus, misalnya, mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk mengoperasikan traktor.
"Mboten saget nraktor sawah, mboten wonten solar (tidak bisa membajak sawah, tidak ada solar),” keluhnya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga mastikan bahwa stok BBM di Grobogan masih dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menyebut antrean di beberapa SPBU bukan karena kelangkaan, melainkan peningkatan permintaan.
“Stok aman untuk Grobogan. Saat ini semua sektor sedang kejar target akhir tahun. Jadi kalau antre itu karena permintaan naik, bukan karena solar habis,” tegas Taufiq.
Berdasarkan data terakhir per Jumat (7/11) pukul 08.30 WIB, stok solar di Grobogan tercatat 232.710 liter yang tersebar di 22 SPBU, sedangkan stok pertalite mencapai 387.340 liter di 25 SPBU.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Distribusi BBM di Grobogan tetap normal. Kami pastikan suplai berjalan lancar,” pungkas Taufiq. (int)
Editor : Ali Mustofa