Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BBWS Pemali Juana Kebut Perbaikan, Jebolnya Tanggul KB 1 Dikhawatirkan Ganggu Rel KA

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:05 WIB
MENINJAU: BBWS Pemali Juana saat meninjau lokasi jebolan tanggul di Kanan KB-1 Rowosari, Gubug.
MENINJAU: BBWS Pemali Juana saat meninjau lokasi jebolan tanggul di Kanan KB-1 Rowosari, Gubug.

GROBOGAN – Tanggul Kanan KB 1 di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, jebol akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (21/10) siang hingga malam.

Jebolan selebar 10 meter dan tinggi lima meter itu terjadi di sisi kanan jembatan rel kereta api, sehingga dikhawatirkan berdampak pada jalur rel serta area persawahan di sekitarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (22/10). Ia memastikan penanganan darurat dilakukan secepat mungkin agar air tidak terus meluas dan merusak infrastruktur sekitar.

“Kita survei untuk penanganan jebolan tanggul kanan KB 1 di Desa Rowosari, untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Sudarto, curah hujan yang tinggi membuat debit air di saluran KB 1 meningkat drastis. Air meluap hingga mendekati saluran di bawah jembatan rel kereta api, lalu membentuk pusaran di sisi kanan tanggul.

“Pusaran air itu makin lama makin kuat dan menggerus dasar tanggul hingga akhirnya jebol,” jelasnya.

Akibat jebolnya tanggul, air meluber deras ke area persawahan sekitar dan mengalir hingga ke saluran KB 15. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, luapan air sempat membuat sebagian lahan pertanian warga tergenang.

Mengetahui kondisi itu, BBWS Pemali Juana segera menyiagakan tim di lapangan. Bahkan, pada Selasa malam, satu unit alat berat sudah dikerahkan untuk menutup bagian tanggul yang jebol.

Material bronjong dan bambu panjang juga langsung dikirim dari gudang BBWS di Semarang.

“Langkah darurat sudah kami lakukan. Diharapkan kurang dari 24 jam, tanggul bisa tertutup sementara untuk menahan arus,” kata Sudarto.

Sementara itu, PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menjelaskan, proses perbaikan dilakukan dengan ekstra hati-hati karena lokasi tanggul berdekatan dengan infrastruktur vital.

“Selain rel kereta api, di sekitar lokasi juga ada jaringan kabel optik dan pipa gas. Kami sudah berkoordinasi dengan PT KAI agar proses penanganan tidak menimbulkan gangguan,” terangnya.

Heri menambahkan, perbaikan akan menggunakan sistem bronjong dan perkuatan bambu untuk menahan erosi di sisi tanggul. Tahapan pekerjaan dilakukan sejak Rabu pagi dengan target selesai Kamis (23/10).

“Bronjong sudah datang dan mulai dipasang. Kita harapkan besok perbaikan darurat sudah tuntas sehingga tanggul bisa kembali berfungsi normal,” jelasnya.

Hingga Rabu sore, petugas masih berjibaku di lokasi. Cuaca yang kembali hujan membuat pekerjaan dilakukan dengan siaga penuh. Sejumlah warga sekitar turut membantu memperkuat tanggul dengan karung pasir untuk menahan rembesan air.

BBWS Pemali Juana juga menyiagakan petugas pemantau di sepanjang jalur sungai guna mengantisipasi jika terjadi kenaikan debit air susulan.

“Kita tetap pantau, terutama di titik-titik rawan di sekitar Rowosari dan Gubug,” pungkasnya. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#kereta api #tanggul jebol #grobogan #tanggul