GROBOGAN – Kasus meninggalnya seorang siswa SMP di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, masih menjadi sorotan.
Polisi kini tengah mendalami penyebab kematian pelajar berinisial A tersebut, yang diduga menjadi korban perundungan.
Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Rizky Ari Budianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan pada Sabtu (11/10/2025) siang.
“Kami menerima laporan seorang laki-laki meninggal dunia di Puskesmas Geyer 1. Untuk penyebab kematiannya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Menurut AKP Rizky, tim Satreskrim Polres Grobogan bersama Unit Identifikasi (Inafis) telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah tempat korban belajar.
Sekitar pukul 18.40 WIB, petugas dari Satreskrim Polres Grobogan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, yakni di lingkungan sekolah tempat korban belajar.
“Saat ini kami sudah memeriksa sembilan orang saksi, baik teman-teman korban maupun pihak sekolah. Tim juga telah melakukan olah TKP untuk memastikan duduk perkara kejadian ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari dokter forensik guna memastikan tanda-tanda kekerasan yang ada pada tubuh korban.
“Terkait dugaan adanya kekerasan atau bullying, kami belum bisa menyimpulkan. Semua masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan medis dari dokter forensik,” imbuhnya.
Dari keterangan sementara, peristiwa tragis itu diketahui terjadi saat jam istirahat di sekolah. Namun, detail penyebab dan kronologi pasti masih terus didalami penyidik.
“Kami berupaya secepat mungkin mengungkap fakta yang sebenarnya. Mohon doa dan dukungan agar kasus ini segera terang,” tutup AKP Rizky. (int)
Editor : Mahendra Aditya