GROBOGAN – Angin puting beliung menyapu sebagian wilayah Desa Jatipecaron dan Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug pada Kamis (9/10).
Akibatnya, menjadikan satu rumah dan empat warung roboh. Satu rumah tersebut milik Mugiyowati rusak tertimpa pohon tumbang.
Kerusakan parah terjadi pada atap, rangka bangunan dan dinding rumah.
Selain itu, juga ada empat warung roboh diterjang angin kencang di Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug.
Angin kencang juga menimpa kabel jaringan listrik di Dusun Sidorejo, sehingga aliran listrik di wilayah tersebut padam sementara.
Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Dharmawanto mengatakan, kejadian bencana tersebut karena ada hujan deras dan angin kencang. Menjadikan satu rumah dan empat kios rusak.
”Hujan deras dan angin kencang menjadikan satu rumah di Desa Jatipecaron rusak dan empat kios roboh,” kata Wahyu Tri Dharmawanto.
Dari kejadian tersebut rumah milik Mugiyowati mengalami kerusakan parah.
Bagian rumah yang rusak rangka atap, penutup atap (genteng), kuda-kuda, dinding bagian belakang. Perkiraan nilai kerugian materil Rp 25 juta.
Sedangkan empat kios warung mengalami kerusakan roboh akibat diterjang angin kencang di Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug kerugian capai Rp 30 juta.
Tak hanya itu, pohon yang tumbang juga merobohkan kabel listrik di Dusun Sidorejo, mengakibatkan pemadaman listrik sementara di wilayah tersebut.
”Upaya cepat dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, TRC BPBD Grobogan, serta warga setempat untuk membantu evakuasi bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, sampai Jumat pagi (10/10), pohon yang tumbang di rumah Mugiyowati telah berhasil dievakuasi.
Listrik di wilayah yang terdampak juga dalam proses pemulihan.
Pihak BPBD Grobogan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi, terutama memasuki musim penghujan. (mun)
Editor : Ali Mustofa