GROBOGAN – Masjid Jabalul Khoir di kawasan Simpang Lima Purwodadi yang dikenal sebagai salah satu ikon religi Kabupaten Grobogan akhirnya direhab.
Meski banyak bagian diperbarui, wajah asli masjid tetap dipertahankan sebagaimana saat berdiri pada 1984.
Sekda Grobogan Anang Armunanto bersama pengurus kemakmuran masjid (PKM), takmir, imam masjid, tokoh masyarakat, hingga Kantor Kementerian Agama Grobogan beberapa waktu lalu meninjau langsung proses pengerjaan.
Dalam kesempatan itu, mereka juga melakukan penetapan arah kiblat.
Penyesuaian arah ini penting, karena lantai marmer baru akan dipasang sejajar kiblat sehingga jamaah tak lagi memerlukan garis saf seperti sebelumnya.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Grobogan, Ahmad Taufik Nur, menjelaskan rehab kali ini lebih kepada penyempurnaan fasilitas.
Mulai dari rehabilitasi plafon lama yang masih berupa papan dan triplek diganti dengan bahan PVC yang lebih tahan air dan cuaca.
Pemilihan material ini juga sekaligus menyesuaikan dengan plafon teras yang sudah lebih dulu diganti pengurus masjid.
Tidak hanya plafon, lantai masjid pun ikut dirombak. Bagian dalam dinaikkan 40 sentimeter, sementara serambi depan yang semula lebih rendah kini ditinggikan hingga 60 sentimeter agar sejajar dengan ruang utama.
Peninggian ini bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan kondisi jalan yang makin tinggi, juga untuk mengantisipasi banjir.
“Finishing lantainnya nanti pakai marmer ukuran 60x120 sentimeter. Ukurannya pas untuk satu jamaah. Jadi selain lebih rapi, jamaah juga tidak perlu bingung lagi mencari garis saf karena sudah otomatis sejajar kiblat,” terang Taufik.
Perubahan lain juga dilakukan di beberapa titik penting. Mihrab imam dibuat lebih lebar agar lebih nyaman dan terlihat.
Kemudian, akses ramah difabel ditambahkan. Sementara konstruksi atap baja yang masih kuat tetap dipertahankan.
Meski begitu, pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran.
“Intinya, kita tidak mengubah bentuk masjid. Struktur asli masih kokoh dan punya nilai estetika. Jadi, yang kita lakukan lebih pada pembaruan supaya masjid tetap nyaman dan representatif tanpa kehilangan jati diri lamanya,” imbuhnya.
Hingga akhir September ini, progres fisik proyek telah mencapai 15,26 persen, lebih tinggi dari target 8,81 persen. Artinya, pekerjaan berjalan lebih cepat dengan deviasi positif 6,45 persen.
Jika tidak ada kendala, rehab dijadwalkan selesai pada 26 Desember mendatang atau tepat 120 hari sejak dimulai pada 29 Agustus lalu.
Selama rehab berlangsung, ibadah tetap jalan. Jamaah untuk sementara melaksanakan salat di serambi depan.
Begitu area dalam selesai, aktivitas dipindahkan ke dalam, dan pekerjaan berlanjut ke serambi.
Diungkapkan, Masjid Jabalul Khoir yang dibangun lebih dari 40 tahun lalu memang sudah beberapa kali disentuh perbaikan. Bahkan sempat ada wacana menjadikannya dua lantai.
Namun kali ini, rehab difokuskan pada penyempurnaan fasilitas tanpa mengubah struktur bangunan.
“Jalan di sekitar sini kan semakin tinggi, makanya lantai masjid juga ikut dinaikkan. Tapi bentuk lamanya tetap dijaga, supaya masjid kebanggaan warga Grobogan ini tetap terasa asli dan punya nilai sejarah,” pungkas Taufik. (int)
Editor : Ali Mustofa