Hanya dengan waktu sekitar satu bulan, ratusan keringat tercurah. Dari halaman MI Sejati Toroh, lahirlah para juara. Polisi Cilik Grobogan berhasil menaklukkan Lomba Pocil tingkat Polda Jawa Tengah 2025.
Pagi itu, halaman MI Sejati Toroh dipenuhi suara aba-aba. Tiga puluh satu anak berdiri tegak, wajah mereka memerah diterpa matahari. Keringat mengalir, tapi langkah mereka tetap mantap.
Mereka adalah Polisi Cilik Grobogan, tim di bawah binaan Sat Lantas Polres Grobogan yang dipimpin AKP Mohamad Bimo Seno.
Dengan waktu persiapan hanya tiga hari selepas Lomba Pocil Tingkat Ekswil Pati, anak-anak yang terdiri dari kelas III, IV dan V ini berjuang keras demi tampil di Lomba Pocil tingkat Polda Jawa Tengah 2025.
Latihan mereka padat. Pagi dan sore, bahkan berlanjut saat masa karantina. Waktu bermain diganti dengan disiplin barisan. “Anak-anak benar-benar mengorbankan waktu bermainnya. Tapi hasilnya sepadan. Grobogan bisa membuktikan diri jadi juara,” ujar Kasat Lantas Polres Grobogan AKP M Bimo Seno.
Diungkapkan, perjuangan mereka tidak mudah. Sepulang sekolah, tubuh yang lelah harus kembali ke lapangan latihan. Ada yang nyaris menyerah, ada yang mengeluh. Tapi guru dan orang tua hadir memberi dukungan. Senyum, tepukan bahu, hingga bekal makanan sederhana jadi penyemangat.
Selama masa karantina, anak-anak Pocil juga tetap belajar. Guru datang khusus, mengejar materi yang tertinggal sekaligus memberi semangat.
“Itu yang membuat saya salut. Ada dukungan luar biasa dari guru, kepala sekolah, dan orang tua. Semua ikut menjadi bagian dari perjuangan kecil mereka,” ungkap Kanit Kamsel Ipda Novi Ariani.
Satlantas juga memastikan kondisi anak-anak terjaga. Di mana sejumlah vitamin, susu, hingga makanan sehat disiapkan setiap hari. Latihan keras tetap dibalut perhatian lembut, karena mereka tetaplah anak-anak SD yang butuh ruang untuk tertawa dan bahagia.
"Selama latihan, mereka dapat support penuh dari pak kasat. Hampir setiap hari memantau terus latihannya mereka gimana. Totalitas dalam memberi dukungan," imbuhnya.
Kedisiplinan itu berbuah manis. Saat tampil di Mapolda Jateng pada peringatan HUT ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara, langkah Pocil Grobogan memukau penonton. Gerak mereka kompak, formasi selalu berbeda, membuat penampilan segar dan tak membosankan.
Kemenangan ini menambah catatan prestasi Pocil Grobogan, setelah sebelumnya juara di tingkat eks-Wilayah Pati. Bedanya, kali ini mereka pulang dengan lebih dari sekadar piala. Mereka membawa cerita perjuangan yang tak akan terlupakan.
“Atas pencapaian ini, Polres Grobogan mendapat penghargaan dari Mapolda Jateng. Kami siap mendampingi anak-anak hingga ke tingkat nasional,” tegasnya.
Bagi Pocil Grobogan, juara bukan sekadar soal podium. Ini tentang keringat yang jatuh, tawa dan tangis di masa latihan singkat, juga semangat yang terus menyala. Waktu singkat yang penuh keringat kini terbayar manis, menjadi bukti bahwa kerja keras tak pernah sia-sia. (int)
Editor : Mahendra Aditya