GROBOGAN – Kuliner di Kaupaten Grobogan tidak hanya Swieke dan Becek.
Namun, bagi pecinta kuliner khas nusantara, ikan bakar Kedungombo di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan bisa jadi pilihan yang menggoda selera.
Terletak di sekitar Waduk Kedungombo, sajian ikan bakar di kawasan ini terkenal karena cita rasanya yang khas dan suasana alam yang menyegarkan.
Penjual ikan Kedungombo bisa menikmati ikan bakar khas ikan dari Keramba Waduk Kedungombo mulai dijajakan di sepanjang jalan alternatif Grobogan – Boyolali dan Jalan Grobogan-Sragen lewat waduk Kedungombo.
Sepanjang jalan arah wisata Waduk Kedungombo banyak tenda –tenda sepajang jalan dan sekitar Waduk Kedungombo yang menjajakanya. Warung-warung tersebut selalu ramai oleh wisatawan.
Ada banyak ikan segar seperti nila, gurame, hingga bawal langsung diambil dari keramba waduk, lalu dibakar dengan bumbu rempah tradisional khas Jawa.
Perpaduan antara rasa gurih, pedas, dan manis membuat setiap gigitan terasa istimewa.
Apalagi disantap hangat-hangat bersama sambal terasi, sambal bawang kecap dan lalapan segar.
Harganya juga terjangkau dengan paket hemat. Mulai satu ekor ikan bakar dijual dengan harga Rp 8 ribu, sampai Rp 25 ribu ekor. Tergantung ukuran.
Harga tersebut sangat terjangkau bagi kalangan bawah. Tidak hanya ikan bakar. Ada menu lainya berupa kripik ikan wader kecil, pepes telur ikan dan pepes ikan nila.
Tergantung selera. Apalagi makanan ini ditemani dengan es degan segar. Cukup menggoda sambil menikmati pemandangan Waduk Kedungombo.
”Yang bikin beda di sini itu kesegaran ikannya dan bumbu bakarnya. Bumbunya meresap sampai ke daging. Belum lagi makannya sambil lihat pemandangan waduk, rasanya tambah nikmat," ujar Sulis, wisatawan asal Purwodadi.
Cara memasak ikan bakar Kedungombo berbeda dengan ikan bakar ditempat lain. Saat proses pembakaran ikan ditusuk-tusuk dengan lidi yang sudah dibumbui.
Sehingga bumbu merasuk rata sampai ke daging ikan. Proses pembakaran juga berbeda. Karena ikan dibakar tidak gunakan api arang saja.
Tetapi juga gunakana asap api sendiri. Jadi apinya kecil dan asapnya dengan suhu tertentu dengan sendirinya membakar ikan.
Kesegaran daging ikan dibakar dengan asap ini menjadikan rasa semakin nikmat.
Apalagi dinikmati selagi masih hangat. Tentunya menggunggah selera makan. Apalagi ikan yang dibakar ikanya masih segar baru diambil dari Waduk Kedungombo.
Selain makanannya, suasana di sekitar Kedungombo juga menjadi daya tarik tersendiri.
Banyak warung apung atau rumah makan terapung yang menawarkan pengalaman makan langsung di atas air.
Angin semilir dan pemandangan perahu yang melintas menambah kesan damai saat bersantap.
Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
Ikan bakar Kedungombo bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang pengalaman—makan enak, segar, dan dekat dengan alam.
Jika Anda berencana mengunjungi Grobogan atau Boyolali, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kuliner legendaris yang satu ini.
Siapkan perut kosong dan selera makan yang besar, karena ikan bakar Kedungombo dijamin bikin ketagihan. (mun)
Editor : Ali Mustofa