Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tangis Haru Orang Tua Warnai Pembebasan Siswa Grobogan Terlibat Demontrasi Anarkis

Sirojul Munir • Senin, 1 September 2025 | 05:23 WIB

TANGIS HARU – Orang tua siswa memeluk anaknya dengan hangat menangis karena dibebaskan karena terlibat demontrasi anarkis, Minggu malam (31/8).
TANGIS HARU – Orang tua siswa memeluk anaknya dengan hangat menangis karena dibebaskan karena terlibat demontrasi anarkis, Minggu malam (31/8).

GROBOGAN – Para orang tua dan siswa SMP, SMA dan SMK terlibat aksi demontrasi menangis sejadi-jadinya, Minggu malam (31/8).

Tangisan haru tersebut terjadi saat anak berpelukan kepada orang tuanya usai dibebaskan dan diperbolehkan pulang oleh Polres Grobogan.

Sebelum dibebaskan mereka mendapatkan pembinaan dari Polres Grobogan dan Dinas Pendidikan Grobogan.

Siswa tersebut mendapatkan nasehat agar tidak mengulangi perbuatanya lagi masih tahap belajar dan bisa mengejar cita-cita.

Kegiatan yang diikuti demontrasi diharapkan tidak terjadi lagi karena merusak masa depan bangsa.

”Bayangkan saat ikut demontrasi terus terkena lemparan batu. Siapa yang susah. Apakah jenengan (anak Red) tidak. Tetapi orang tua kalian susah karena harus memberikan pengobatan,” kata Plt Sekertaris Dinas Pendidikan Grobogan Sudrajat Dangu Asmoro.

Beruntung kalau hanya sakit, lanjut Sudrajat. Bagaimana jika terjadi luka dan menimbulkan cacat. Siapakah yang susah. Tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang tua dan masa depan juga akan suram.

”Setelah ini diharapkan siswa di Grobogan tidak mengulangi dan kembali belajar di bangku pendidikan. Tidak ikut demontrasi lago.,” pesanya.

Sementara itu, salah satu anak dan ibu orang tua terlihat nangis dan berpelukan dengan erat. Ibu tersebut terlihat sedih atas perbuatan yang dilakukan anaknya.

”Pamitnya sekolah kok malah tekan kene (Izinya sekolah kok sampai sini),” ucap ibu-ibu sambil memeluk anaknya untuk dijemput pulang.

Pemandangan lainya terlihat dari orang lainya ayah dan ibunya memeluknya erat. Mereka menangis haru karena anaknya sudah bisa dibebaskan dan ditahan lagi di Mapolres Grobogan.

Hal sama juga diungkapkan Supriyanto warga Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi.

Orang tua ini mengaku kaget karena pada hari Sabtu (30/8) anaknya berangkat sekolah dan pergi ikut voli di GOR SImpang Lima Purwodadi.

Namun, sampai tengah malam belum pulang. Kemudian mendapatkan panggilan dari Polres Grobogan bahwa anaknya ditahan karena terlibat demontrasi anarkis di Kota Purwodadi.

”Anak saya laki-laki tetapi masih di SMP. Saya dapat panggilan di Polres Grobogan dan ditahan,” kata dia.

Atas kejadian tersebut dia bingung dan menyesal karena anaknya ikut di tahan. Dalam mengambil anaknya dirinya membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan kembali dan bersedia untuk menjaga dan mengawasi anaknya.

”Terima kasih kepada Polres Grobogan karena sudah memberikan pembinaan pada anak saya dan sebagai orang tua berjanji akan lakukan pengawasan kepada anak agar tidak mengulangi lagi,” terang dia. (mun) 

Editor : Mahendra Aditya
#Demontrasi 25 Agustus 2025 di DPR #polres grobogan