GROBOGAN – Sekitar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Grobogan melakukan aksi damai di depan DPRD Grobogan, Minggu (31/8). Aksi damai tersebut mendapatkan pengawalan langsung dari Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono mulai dari Mapolres Grobogan di Jalan Gajah Mada Purwodadi.
Rombongan mahasiswa tersebut melakukan orasi sepanjang jalan di Kota Purwodadi mulai Jalan Gajah Mada, Jalan Untung Suropati, Jalan Ahmad Yani sampai di Jalan Bhayangkara Purwodadi depan kantor DPRD Grobogan.
Para mahasiswa menggunakan satu mobil bak terbuka dan diikuti puluhan sepeda motor. Kapolres Grobogan ikut mengawal dengan naik sepeda motor dengan konvoi keliling kota Purwodadi.
Setelah sampai di depan kantor DPRD Grobogan, satu persatu mahasiswa melakukan orasi bergantian dengan menggunakan pengeras suara di atas mobil. Dari orasi yang disampaikan menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya pengusutan tuntas penanganan kasus Affan Kurniawan driver ojel online terlindas oleh kendaraan rantis di Jakarta .
”Kami juga menuntut agar dewan Grobogan menyampaikan ke DPR RI untuk membatalkan keniakan tunjangan. Ini melukai hati rakyat karena banyak warga masyarakat masih banyak masih dibawah garis kemiskinan.” Kata Koordinasi Lapangan Aliansi Mahasiswa Grobogan Muhammad Zainul Akbar
Tuntutan lainya, menuntut tentang penanganan permasalahan di Kabupaten Grobogan. Dimana masih ada pekerjaan rumah tentang angka kemiskinan tinggi, langganan banjir di Grobogan dan permasalahan lainya.
”Kami juga meminta agar DPR RI meresmikan dan disahkan Undang Undang Perampasan Asset agar disahkan,” pintanya.
Dia berharap adanya aksi damai tersebut tuntutan ke depan bisa ditindaklanjuti oleh DPRD Grobogan dan dilakukan secara transparansi.
”Jika tidak ada tindak lanjut kami akan lakukan aksi lebih besar di aksi damai kedua,” tandasnya.
Setelah mendengarkan aspirasi dari mahasiswa Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani, menegaskan pihaknya siap menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan masyarakat yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Purwodadi, Minggu (31/8).
Lusia menyatakan, DPRD sebagai rumah rakyat berkewajiban untuk mendengar suara mahasiswa dan elemen masyarakat. Menurutnya, tuntutan yang telah disampaikan akan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.
"Saya, sebagai Ketua DPRD, siap mendengar dan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini. Apa yang menjadi tuntutan akan kami bahas sesuai mekanisme di DPRD, dan kami akan menyampaikan perkembangannya kepada perwakilan dari adik-adik mahasiswa yang demo pada hari ini," ujarnya.
Perempuan yang juga menjadi Bendahara DPC PDI P Grobogan juga mengingatkan agar perjuangan mahasiswa tetap dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat. Dimana DPRD Grobogan adalah rumah rakyat, dan suara mahasiswa adalah bagian dari demokrasi.
"Mari kita jaga ketertiban dan kebersamaan agar perjuangan ini tetap bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Jangan ada kerusuhan, jangan terprovokasi sosial media. Mari bersama-sama kita ciptakan Kabupaten Grobogan yang aman, tenteram, dan nyaman," terang dia.
Dari aksi damai tersebut beberapa peserta membawa poster berisi tuntutan dan kecaman. Grobogan menggugat, adili pelindas ojol, pecat dpr yang menyengsarakan rakyat, turunkan tunjangan, perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi dan lain sebagainya.
Usai melakukan orasi, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Aryani, Wakil Ketua DPRD Grobogan Setiawan Joko Purwanto dan Wakil Ketua Komisi D HM Misbach, Eko Budi Santoso, Budi Prihdiyono dan anggota lainya menemui para peserta aksi solidaritas.
Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani menandatangani tuntutan dari mahasiswa dan siap melanjutnya ke DPR RI. Setelah selesai melakukan orasi dan tuntutan dipenuhi para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.
Para anggota menyalami para mahasiswa dan masuk kembali ke kantor DPRD Grobogan dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Grobogan dan Kodim 0717 Grobogan.
Dandim 0717 Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila juga ikut memimpin jalanya pengamanan dari puluhan anggota di lapangan.
Rombongan mahasiswa kemudian membubarkan diri dan kembali dengan keliling kota Purwodadi.
Tampak Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono ikut duduk di mobil bak terbuka bersama dengan para mahasiswa.(mun)
Editor : Mahendra Aditya