GROBOGAN – Warga Grobogan antusias membeli beras premium dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, Jumat (8/8).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, Suwarno, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan, BULOG, BUMD BKK Purwodadi, dan Bank Jateng.
Sebanyak 600 paket sembako bersubsidi disediakan untuk masyarakat.
Paket tersebut terdiri dari 5 kilogram beras medium,1 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir.
Harga sebenarnya satu paket mencapai Rp 134.500, namun masyarakat hanya perlu membayar Rp 94.500 berkat subsidi dari pemerintah.
”Ini untuk membantu warga karena harga kebutuhan pokok, terutama beras, sedang naik. Harga beras kami jual Rp 11.500/kg, sementara harga pasar saat ini Rp 13.500/kg. Jadi ada selisih harga yang cukup membantu masyarakat,” kata Suwarno.
Dalam kegiatan tersebut, disediakan 2,5 ton beras subsidi,500 liter minyak goreng dan 300 kg gula pasir.
Awalnya pembelian dibatasi satu paket per warga, namun karena tingginya antusiasme, warga diizinkan membeli hingga dua paket.
Lebih lanjut, Suwarno mengatakan bahwa saat ini harga pangan naik secara nasional.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Grobogan akan menggelontorkan 25 ton beras melalui operasi pasar untuk menekan harga.
”Kita akan pantau perkembangan harga ke depan. Jika masih tinggi, Gerakan Pangan Murah akan terus kita lakukan,” pungkasnya.
Sementara itu, rincian harga paket sembako murah (subsidi) diantaranya beras SPHP 5 kg: Rp 55.000, Gula Pasir 1 kg: Rp 17.500 dan Minyak Goreng 1 liter: Rp 15.500.
Total harga paket Rp 94.000. Selain itu, warga juga mendapatkan bibit cabai gratis ketika sudah membeli paket sembako.
Teguh salah satu warga masyarakat Grobogan membeli paket sembako mengaku senang adanya selisih harga yang dijual.
Sehingga bisa menghemat disela harga sembako semakin naik di pasar.
”Kami sangat terbantu adanya progam pangan murah. Karena ada selisih harga di pasar,” terang dia. (mun)
Editor : Ali Mustofa