Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dokter Spesialis Anak Turun ke CFD Purwodadi, Fokus Tekan Angka Stunting

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 27 Juli 2025 | 22:05 WIB
SPESIALIS ANAK: Sejumlah anak saat melakukan pemeriksaan kesehatan di CFD Purwodadi.
SPESIALIS ANAK: Sejumlah anak saat melakukan pemeriksaan kesehatan di CFD Purwodadi.

GROBOGAN– Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Grobogan, DP3AKB, IDI dan IIDI menggelar kegiatan layanan kesehatan anak di arena Car Free Day (CFD) Jalan R Suprapto, Purwodadi, Minggu (27/7).

Suasana CFD mendadak berubah menjadi arena tawa ceria. Sekitar 300 anak dan orang tua mereka memadati booth layanan kesehatan gratis bagi anak yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Grobogan.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam upaya menurunkan angka stunting. Apalagi, berdasarkan data terakhir, Grobogan masih menempati urutan kedua tertinggi angka stunting se-Jawa Tengah dengan prevalensi stunting 25,6. 

“Salah satu upaya penurunan stunting dengan melibatkan 10 dokter spesialis anak dari IDAI Grobogan. Harapannya dengan konsultasi langsung ini, masyarakat makin sadar pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini,” terang dr Djatmiko.

Berbagai layanan kesehatan anak diberikan secara gratis dalam acara tersebut. Mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, konsultasi tumbuh kembang, hingga pemeriksaan umum bagi balita dan anak-anak.

Menariknya, kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar bagi orang tua, terutama ibu-ibu yang mendampingi anaknya. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, dan edukasi gizi keluarga. 

Langkah ini bertujuan mengingatkan bahwa kesehatan anak tidak bisa dipisahkan dari kesehatan orang tuanya, terutama dalam pencegahan stunting.

Kegiatan juga didukung oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Grobogan. Selain pemeriksaan kesehatan, anak-anak mendapatkan suplemen makanan seperti bubur, tempe, telur rebus, dan sayuran. Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan goodie bag dan menyediakan 200 balon yang langsung habis karena tingginya antusiasme warga.

Salah satu dokter spesialis anak, dr. Dwi Hastuti, SpA menambahkan orang tua harus paham gizi dan pola makan anak. "Orang tua harus sadar bahwa tumbuh kembang anak bukan hanya soal tinggi dan berat badan tapi juga pola asuh yang sehat. Misalnya orang tua sebisa mungkin tidak merokok di sekitar anak karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka," jelasnya.

Selain itu, tidak pahamnya gizi dan pola makan anak. "Sering terjadi, anak tidak mau makan jenis makanan tertentu. Lalu orang tua membiarkan saja. Padahal perlu kreativitas dalam menyajikan menu yang tetap bergizi tapi disukai anak. Nutrisi harus tetap masuk, caranya bisa dilatih dan dibiasakan," imbuhnya.

Ketua IDAI Grobogan, dr Agustinawati Ulfa, SpA menambahkan, orang tua diminta aktif datang ke posyandu untuk memantau grafik pertumbuhan anaknya. "Karena apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan (growth faltering) bisa menurunkan IQ 4-8 point. Serta jika mengalami stunting bisa menurunkan IQ 15-20 point," ujarnya.

Salah satu peserta CFD, Cindy (29), warga Desa Karangsari, Kecamatan Brati, mengaku baru pertama kali bisa membawa anaknya berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak.

“Dapat info dari teman. Saya bawa anak kedua yang usianya baru dua bulan. Harapannya bisa rutin konsultasi seperti ini, biar tahu pertumbuhannya baik atau tidak. Selama ini belum pernah ke spesialis karena biasanya mahal, tapi ini gratis,” ujarnya. (int)

Editor : Zainal Abidin RK
#grobogan #IDAI Jateng #Hari Anak Nasinal