Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Baru 18 SMP Negeri di Grobogan yang Penuhi Kuota SPMB 2025

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:13 WIB
SELEKSI: Salah satu SPMB SMP di SMPN 1 Grobogan belum lama ini.
SELEKSI: Salah satu SPMB SMP di SMPN 1 Grobogan belum lama ini.

GROBOGAN – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Grobogan tahun ajaran 2025/2026 masih menghadapi tantangan serius dalam hal pemerataan pendaftar.

Dari total 72 SMP Negeri, baru 18 sekolah yang mampu memenuhi daya tampung siswa baru secara penuh.

Ketimpangan distribusi pendaftar ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, mengingat pelaksanaan tahun ajaran baru akan segera dimulai pada pertengahan Juli.

Plt Sekretaris Disdik Grobogan, Putri Harjani, mengungkapkan saat ini Disdik masih menghimpun data lengkap dari seluruh SMP negeri.

"Hingga Sabtu (28/6), sebanyak 54 sekolah telah melaporkan hasil penerimaan siswa secara online. Di mana mereka diketahui belum memenuhi kuota," jelas Putri.

Ia menyebutkan bahwa 18 sekolah yang sudah penuhi kuota tersebut di antaranya SMP Negeri 1, 3, dan 6 Purwodadi, SMP Negeri 2 Toroh, SMP Negeri 1 Kradenan, SMP Negeri 1 Gabus, SMP Negeri 1 dan 2 Gubug, serta SMP Negeri 1, 2, dan 3 Karangrayung.

Sekolah lain yang juga telah memenuhi kuota adalah SMP Negeri 1 dan 2 Grobogan, SMP Negeri 1 Tawangharjo, SMP Negeri 1 Wirosari, SMP Negeri 1 Penawangan, SMP Negeri 2 Ngaringan, dan SMP Negeri 1 Pulokulon.

Sementara itu, tidak sedikit sekolah yang masih kekurangan peserta didik. Seperti yang terjadi di SMPN 7 Purwodadi, lantaran baru terisi 231 dari total kuota 288 siswa.

Kemudian, SMPN 3 Kradenan bahkan baru menerima 112 siswa dari kuota yang tersedia sebanyak 192.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah pendaftar dengan kapasitas sekolah, terutama pada jalur domisili yang disebut sebagai jalur dengan kursi kosong terbanyak.

Putri menjelaskan bahwa ada kemungkinan pergeseran minat dari masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu, yang dipengaruhi oleh faktor persepsi kualitas, letak geografis, maupun alasan praktis lainnya.

"Melihat kondisi tersebut, kami akan berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) untuk mempertimbangkan sejumlah opsi dalam menyikapi kondisi tersebut, termasuk kemungkinan dibukanya gelombang kedua PPDB," paparnya.

Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan dan menunggu finalisasi waktu pelaksanaannya.

Dinas Pendidikan juga tengah menyiapkan berbagai strategi agar sekolah yang belum memenuhi kuota tetap dapat memulai tahun ajaran baru dengan lancar.

"Salah satunya adalah dengan opsi redistribusi siswa, khususnya dari sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar ke sekolah yang masih kekurangan, tentu dengan memperhatikan persetujuan orang tua dan kesiapan sekolah penerima," jelasnya.

Selain itu, jalur afirmasi dan jalur prestasi juga dipertimbangkan untuk diperkuat sebagai bagian dari solusi.

Disdik juga akan menggencarkan sosialisasi lanjutan kepada masyarakat untuk mendorong pemerataan pilihan sekolah, serta menyampaikan bahwa semua SMP Negeri di Grobogan menjalankan kurikulum yang sama dengan pengawasan dan dukungan pemerintah.

Putri berharap para orang tua dapat mulai mempertimbangkan sekolah terdekat yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga, serta tidak hanya terpaku pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #smp #spmb grobogan #spmb #SPMB 2025