Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Semalaman di Tegowanu Grobogan, Banjir Genangi 202 Rumah hingga Ratusan Warga Mengungsi

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 18 Juni 2025 | 17:25 WIB
BANJIR: Petugas saat mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Tegowanu.
BANJIR: Petugas saat mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Tegowanu.

GROBOGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, pada Selasa malam (17/6) hingga Rabu dini hari (18/6), menyebabkan banjir cukup parah di Dusun Kedungwungu, Desa Tanggirejo.

Sedikitnya 202 rumah warga terendam, dan lebih dari 100 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Balai Desa setempat.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, banjir mulai merendam permukiman sekitar pukul 02.00 WIB.

Genangan air mencapai ketinggian antara 30 cm hingga 1,5 meter.

Dari data sementara, sebanyak 90 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 1 meter, sementara 112 KK lainnya merasakan rendaman setinggi 30 cm.

Warga dari dua RT di Dusun Kedungwungu terpaksa mengungsi karena kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali.

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dari pukul 22.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Debit air yang besar membuat saluran induk irigasi Sungai Renggong, tepatnya di belakang blok rest area pabrik semen Grobogan, tidak mampu menampung limpahan air. 

Akibatnya, air dari sungai dan irigasi meluap ke permukiman dengan panjang genangan mencapai 200 meter dan tinggi limpasan sekitar 50 cm.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, mengungkapkan timnya langsung bergerak setelah menerima laporan dari Kepala Desa Tanggirejo.

Pihaknya melakukan koordinasi cepat dengan pemerintah desa, melakukan evakuasi warga yang terdampak, serta mendistribusikan bantuan logistik darurat. 

“Sebagian warga sudah dievakuasi ke Balai Desa Tanggirejo. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” ujarnya dalam laporan resmi, Rabu pagi (18/6).

Saat ini, sekitar 100 KK yang terdampak cukup parah telah mengungsi. Kebutuhan mendesak saat ini berupa tambahan logistik, terutama untuk konsumsi siang hari.

Meski air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, pihak BPBD tetap siaga dan memantau perkembangan situasi secara berkala.

Menurutnya, bencana banjir ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan saluran air dan mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Tegowanu dan sekitarnya. 

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengelolaan sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang. (Int)

Editor : Ali Mustofa
#genangan air #grobogan #banjir #curah hujan #Tegowanu #terendam #permukiman