GROBOGAN – Ribuan peluang kerja menanti! Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyiapkan 9.000 lowongan kerja dalam gelaran Job Fair 2025 yang akan digelar selama dua hari, 25–26 Juni 2025, di Gedung Wisuda Budaya. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.
Meski jumlah perusahaan peserta menurun dibanding tahun sebelumnya — dari 33 menjadi 25 — Disnakertrans menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas.
Bahkan, perusahaan-perusahaan yang tergabung kali ini dinilai benar-benar tengah membutuhkan tenaga kerja baru.
Baca Juga: Respons Atas Larangan Rekrut Staf Ahli, Bupati Kudus Bentuk TPPD dari Kalangan Profesional
"Prinsip kami adalah efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Meski lebih ramping, hasilnya harus tetap maksimal. Saat ini ada 25 perusahaan, tapi jumlah itu masih bisa bertambah," ujar Kepala Disnakertrans Grobogan, Teguh Harjokusuma, dalam keterangannya.
Buka Akses untuk Semua Kalangan
Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, ritel, perbankan, hingga industri kreatif.
Job fair ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan dunia usaha dengan para pencari kerja, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi.
Tahun ini, acara mengusung tema: "Menuju Grobogan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan".
Tak sekadar bursa kerja, kegiatan ini juga dirancang sebagai wahana edukasi seputar dunia kerja dan pengembangan karier. Disediakan pula layanan konsultasi karier dan ketenagakerjaan di lokasi acara.
Baca Juga: Bersiap! Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat di Jepara Baru Dibuka Tahun Depan
Target 12.000 Pengunjung, Antusiasme Meningkat
Disnakertrans menargetkan 12.000 pencari kerja hadir dalam dua hari penyelenggaraan.
Sejak pengumuman resmi disebar, antusiasme dari masyarakat terus meningkat, menunjukkan tingginya kebutuhan akan akses kerja yang mudah, cepat, dan terpercaya.
Job fair ini juga menjadi jawaban atas keresahan sebagian masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga.
Di tengah harga kebutuhan yang terus naik dan persaingan kerja yang semakin ketat, hadirnya job fair seperti ini dianggap sangat relevan dan solutif. (Intan Maylani)
Editor : Mahendra Aditya