Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bawa Sajam, Pelajar di Brati Grobogan Diamankan Warga: Polisi Ingatkan Peran Orang Tua dan Sekolah

Redaksi Radar Kudus • Senin, 9 Juni 2025 | 00:18 WIB
BARANG BUKTI – Tersangka saah satu pelajar menunjukan barang bukti sajam yang dibawa ketika berada di Desa Temon, Kecamatan Brati.
BARANG BUKTI – Tersangka saah satu pelajar menunjukan barang bukti sajam yang dibawa ketika berada di Desa Temon, Kecamatan Brati.

GROBOGAN – Seorang pelajar di Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, diamankan warga setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di Desa Temon pada Minggu (8/6) dini hari.

Pelajar tersebut kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Senjata tajam yang dibawa pelajar itu tergolong berbahaya. Panjangnya mencapai 150 sentimeter, dengan bilah terbuat dari pipa besi dan ujung dilapisi lempengan plat.

Kapolsek Brati, AKP I Ketut Sudiartha, menjelaskan bahwa sajam tersebut semula ditemukan oleh warga yang curiga dengan gerak-gerik pelaku. Setelah diamankan, pelaku langsung diserahkan ke pihak berwajib.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sajam itu akan digunakan untuk melukai seseorang,” ungkap AKP I Ketut Sudiartha.

Baca Juga: Seorang Perempuan Tersesat di Hutan Grobogan Akibat Ikuti Google Maps, Lho Kok Bisa? Begini Ceritanya

Polisi Soroti Peran Keluarga

Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, menyesalkan keterlibatan pelajar dalam tindakan berbahaya tersebut.

Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama dalam hal pergaulan dan aktivitas di luar rumah.

“Peran orang tua sangat penting. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus dalam pergaulan yang salah, yang justru bisa membahayakan masa depan mereka,” tegas AKBP Ike Yulianto.

Kapolres juga menekankan bahwa pengawasan dari keluarga bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tameng pertama yang dapat mencegah anak-anak dari keterlibatan dalam tindak kriminal atau kenakalan remaja.

Patroli Ditingkatkan, Sekolah Akan Dilibatkan

Sebagai bentuk respons cepat terhadap kasus tersebut, Polres Grobogan berencana meningkatkan intensitas patroli di wilayah rawan, terutama pada malam hingga dini hari. Langkah ini diambil guna menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah potensi aksi kekerasan remaja.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga akan menggandeng pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap para pelajar.

“Kami akan koordinasi dengan sekolah-sekolah, agar ada pembinaan langsung kepada siswa. Tujuannya jelas: mencegah remaja melakukan tindakan melanggar hukum yang bisa merugikan masa depan mereka sendiri,” terang Kapolres.

Pelajaran untuk Remaja Lain

Kejadian ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi remaja lainnya bahwa membawa senjata tajam bukan hanya tindakan yang melanggar hukum, tetapi juga bisa menimbulkan dampak besar bagi masa depan mereka.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan guru, agar lebih aktif memantau perubahan perilaku anak-anak serta menjalin komunikasi yang terbuka, sehingga potensi kenakalan remaja bisa dicegah sejak dini. (Sirojul Munir)

Editor : Mahendra Aditya
#pelajar #grobogan #pelajar bawa sajam #senjata tajam