GROBOGAN – Setelah cukup lama dikeluhkan warga dan menjadi titik rawan kecelakaan, akhirnya Jalan Gajah Mada di Kota Purwodadi mulai diperbaiki.
Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi memulai pekerjaan pemeliharaan jalan dengan membongkar lapisan rigid pavement (beton kaku) yang rusak parah.
Salah satu lokasi prioritas adalah di pertigaan depan SDN 12 Purwodadi, yang selama ini dikenal sebagai lokasi sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Nantinya, pengerjaannya kurang lebih membutuhkan waktu sebulan lamanya baru bisa dilintasi lagi.
Lama karena harus menunggu umur beton,” ujar Sub Koordinator BPJ Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo.
Proyek perbaikan ini mencakup pengerjaan sepanjang 12 meter dengan lebar 3,5 meter.
Meski terlihat tidak terlalu panjang, perbaikan jalan rigid membutuhkan waktu dan ketelitian lebih dibanding aspal biasa karena membutuhkan proses pengerasan beton yang optimal sebelum bisa dilalui kendaraan.
Pihak BPJ juga menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan rutin jalan provinsi di wilayah kerja mereka.
Selain di Jalan Gajah Mada, pekerjaan serupa juga dijadwalkan dilakukan di sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan serupa.
“Tahun ini kita targetkan beberapa titik. Di antaranya dua titik di jalur lingkar selatan, dua titik di ruas Godong–Purwodadi, serta satu titik di ruas Wirosari–Kunduran.
Untuk panjang dan lebarnya di masing-masing titik bervariasi, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelas Radit.
Untuk menunjang kegiatan pemeliharaan ini, BPJ Wilayah Purwodadi tahun ini menerima alokasi anggaran sebesar Rp 12,489 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
Anggaran tersebut diperuntukkan tidak hanya untuk Grobogan, tetapi juga untuk wilayah Blora dan Sragen.
“Anggaran tersebut meliputi pemeliharaan rutin jalan provinsi di tiga kabupaten, yakni Grobogan, Blora, dan Sragen.
Kita sesuaikan dengan skala prioritas kerusakan dan urgensinya di lapangan,” paparnya.
Pihak BPJ berharap dengan dilakukannya perbaikan ini, tingkat kecelakaan di titik-titik rawan bisa ditekan, sekaligus memberi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan logistik. (int)
Editor : Mahendra Aditya