GROBOGAN – Kebakaran melanda di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan pada Rabu (23/4).
Amukan si jago merah itu menghanguskan tiga rumah warga. Yaitu rumah milik Daman Sobirin, 54, Sapuan, 40 dan Tiyem, 70.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. “Diduga kebakaran berasal dari korsleting listrik dari rumah pak Sapuan,” kata Plt Kepala Satpol PP Teguh Prijadi.
Menurut Teguh Prijadi, kejadian kebakaran diketahui pertama oleh korban Sapuan sedang di depan rumah memperbaiki mesin Selep padi.
Lalu anak Sapuan Hasim, 2 melihat api di dalam kamar. Kemudian Hasim memanggil Maghfiroh istri Sapuan yang sedang masak di dapur ada api di kamar.
Selanjutnya Maghfiroh melihat ke dalam kamar ternyata api sudah besar. Melihat api sudah membesar dan meminta suaminya Sapuan di depan rumah dan minta tolong ke warga.
”Usai mendapatkan laporan Pos Damkar Wirosari meluncur ke tempat kejadian pukul 9.35 WIB sampai dilokasi pukul 10.07 WIB. Saat dilokasi langsung melakukan pemadaman dan Pencegahan agar api tidak menyebar kerumah lain,” ujarnya.
Saat Damkar sampai ke lokasi, api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke rumah tetangga lainya.
Karena letak rumah yang cukup padat. Setelah berhasil dipadamkan api tidak merembet dan berhasil kerugian lebih besar.
”Kami himbau kepada warga agar lebih berhati-hati dan teliti untuk pemilihan kabel. Pakailah kabel standart dan lakukan pemeriksaan berkala,” terang dia.
Akibat insiden kebakaran ini mengakibatkan kerugian capai Rp 219 juta.
Teguh memerinci kerugian kebakaran ini. Daman Sobirin mengalami kerugian capai Rp 89 juta.
Sapuan merugi capai Rp 110 juta dan Tiyem kerugiannya capai Rp 20 juta. (mun)
Editor : Ali Mustofa