Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Disdik Grobogan dapat Kucuran Rp 25,7 Miliar untuk Perbaiki 138 SD

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 11 Maret 2025 | 02:13 WIB
RUSAK: Atap SDN 3 Genengadal Kecamatan Toroh yang memiliki kondisi rusak.
RUSAK: Atap SDN 3 Genengadal Kecamatan Toroh yang memiliki kondisi rusak.

GROBOGAN - Dari ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan yang membutuhkan perbaikan. Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) mendapatkan kucuran Rp 25,7 miliar untuk rehab 138 sekolah dasar (SD).

Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan M Irfan mengatakan, pengusulan kerusakan sekolah dasar telah dimasukkan dalam Musrenbang.

Di mana terdapat ratusan sekolah yang masih membutuhkan perbaikan.

Sedangkan tahun ini baru ada 138 sekolah yang mendapatkan rehabilitasi melalui Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 25,7 miliar.

"Dari 138 sekolah ada 35 di antaranya yang dilakukan rehabilitasi ruang kelas.

Sisanya ada yang pembangunan/rehab perpustakaan, ruang guru, dan sarana prasarana (toilet, pagar, gapura, paving halaman)," jelas M Irfan.

Beberapa sekolah dengan kondisi kerusakan parah bahkan terdampak bencana turut mendapatkan penanganan khusus melalui DAU ini.

Antaranya SDN 3 Nambuhan, SDN 3 Nglobar, SDN Papanrejo, SDN 2 Panimbo Kedungjati hingga SDN 4 Mangunrejo Pulokulon

"Salah satu sekolah yang terdampak bencana banjir pada Januari lalu yakni SDN Papanrejo. Tahun ini bisa langsung dilakukan penanganan," tegasnya.

Selain DAU, rencananya juga akan mendapatkan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). DAK tersebut melalui Kemen-PU pusat.

"Namun untuk data sekolah mana saja yang akan dapat, kami belum mengetahui," ungkapnya.

Diketahui, pengajuan bantuan rehab ini melalui proses panjang. Lantaran sekolah harus mengunggah di dapodik.

Sekolah harus memberi data akurat terkait keadaan kelas atau ruangan yang akan diajukan perbaikan.Setelah itu baru diajukan ke disdik.

Usulan berkas manual itu harus sesuai dengan pengisian di dapodik. Di mana, ada tiga kali desk ke kementerian. Kemudian pengecekan data manual dan dapodik yang diharuskan sinkron.

"Tahun ini total bantuan rehab sekolah jauh berkurang jika dibanding tahun lalu hampir 200 sekolah dengan total anggaran Rp 39 Miliar dari DAU," keluhnya. (Int)

 

Editor : Mahendra Aditya
#Dana Alokasi Umum (DAU) #grobogan #sekolah dasar #Sekolah Dasar (SD) #sekolah #rusak #dana alokasi umum