GROBOGAN - Suasana khusyuk nampak menyelimuti Kelenteng Hok An Bio 'Dewa Bumi' Purwodadi pada Rabu (12/2) Malam.
Aroma wangi dupa menyelimuti seisi ruangan yang dipenuhi umat Konghucu serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ikut hadir dalam momen Cap Go Meh sebagai rangkaian penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili ini.
Saat sembahyang yuan xiao, diikuti dengan doa kepada Dewa Bumi untuk memohon berkah bumi dan dijauhkan dari bencana. Yuan xioa ini merupakan hari pertama dicurahkannya rangkaian penutup peringatan Tahun Baru Imlek.
Selepas sembahyang selesai, masyarakat langsung tumplek blek datang ke kelenteng.Kedatangannya itu untuk melihat atraksi barongsai dan liong.
Perayaan Cap Go Meh di kelenteng Dewa Bumi tersebut sangat meriah dari pukul 18.30 sampai 21.00.
Di sela atraksi barongsai dan liong, sekitar pukul 20.30 sejumlah tamu langsung mengikuti makan bersama dengan menu lontong Cap Go Meh.
Lontong Cap Go Meh ini menjadi tradisi adaptasi dari keturunan Tionghoa dan Indonesia. Terdiri dari lontong dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pidang, abon sapi, bubuk koya, sambal dan kerupuk.
"Memang khasnya lontong Cap Go Meh ini. Kalau di Muslim mungkin lontong ketupat ya. Dengan hidangan lontong Cap Go Meh, dipercaya membawa keberuntungan," ujar Ketua Tri Darma Kelenteng Hok An Bio Purwodadi, Budi Wiguna.
Dalam perayaan tepat hari ke-15 Imlek ini, adanya atraksi barongsai dan liong menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat di sekitar Kota Purwodadi. Anak-anak tampak larut dalam perayaan itu.
Mereka tak segan memberikan angpau kepada barongsai yang meliuk-liuk mengikuti alunan tabuhan tambur, lin dan jik.
"Antusias masyarakat sanggat baik. Tahun ini semakin ramai dibanding tahun sebelumnya. Puncak tahun baru Imlek ini bukan hanya dirasakan umat Konghucu namun semua etnis dari berbagai kepercayaan," imbuh Budi Wiguna. (Int)
Editor : Noor Syafaatul Udhma