Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Titik Tanggul Jebol Akibat Banjir Bandang di Baturagung Grobogan Sudah Ditutup, Seperti Ini Penampakannya

Sirojul Munir • Senin, 3 Februari 2025 | 18:25 WIB

 

SUDAH TERTUTUP: Empat tanggul di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug sudah tertutup semua dan tinggal finishing penutupan akhir dengan alat berat.
SUDAH TERTUTUP: Empat tanggul di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug sudah tertutup semua dan tinggal finishing penutupan akhir dengan alat berat.

 

GROBOGAN — Proses penutupan tanggul jebol di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, di empat titik sudah selesai, kemarin.

Penutupan tanggul darurat karena diterjang banjir dikerjakan oleh BBWS Pemali Juana Jawa Tengah.

Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan, kondisi jebolan empat titik tanggul karena banjir sudah tertutup dan masih dalam proses penyempurnaan.

Selesainya penutupan tanggul maka sementara bisa menghalau jika nanti banjir dari luapan air sungai tuntang lagi.

”Untuk tanggul di Desa Batur agung sudah selesai. Untuk jebolan tanggul di Desa Papanrejo sudah hampir selesai (dikerjakan BBWS Pemali Juana), secara simultan pengerjaan Rel KA juga berjalan,” kata Wahyu Tri Darmawanto.

Dikatakan, dari dampak banjir di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, masih ada ratusan pengungsi dan belum kembali ke rumah.

Jumlahnya ada 239 jiwa dari 63 Kepala Keluarga (KK).

Mereka masih mengungsi di Balai Desa Baturagung ada 77 jiwa dari 24 KK, di masjid Lanjaran 55 jiwa dari 17 KK dan 107 jiwa dari 22 KK.

Sedangkan yang sudah kembali ke rumah ada 151 jiwa atau 50 KK.

”Warga yang belum ke rumah karena kondisi lingkungan masih proses pembersihan masing-masing rumah,” ujarnya.

Sementara untuk logistik makan setiap hari untuk pengungsi masih dicukupi dan selalu dipantau untuk kecukupannya.

Yakni dengan mendirikan dapur umum di balai Desa setempat. Setiap pengungsi mendapatkan jatah makan tiga kali sehari.

Dampak kerugian dari ben cana banjir di Grobogan ada berapa.

Pihaknya masih menghitungnya dengan koor dinasi dengan instansi dan OPD yang bersangkutan.

”Untuk kerugian baru di hitung dan dikonfirmasikan kepada masing-masing instansi, yang nantinya akan direkap di BPBD, baik nilai kerugian maupun kerusakan,” tandasnya. (mun/war)

Editor : Ali Mustofa
#tanggul jebol #grobogan #banjir #sungai tuntang #rel KA #BBWS Pemali Juana #BPBD