Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KAI Gandeng BBWS Pemali Juana Terkait Perbaikan Rel Perlintasan Grobogan yang Amblas, Ini Hasilnya

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 30 Januari 2025 | 00:10 WIB
GERAK CEPAT: Belasan alat berat sedang bekerja membuat tanggul rel KAI yang jebol, agar bisa menghadang air dari Sungai Tuntang tidak meluap lagi.
GERAK CEPAT: Belasan alat berat sedang bekerja membuat tanggul rel KAI yang jebol, agar bisa menghadang air dari Sungai Tuntang tidak meluap lagi.

GROBOGAN – Salah satu sisi jalur rel di KM 32+4/5 yang sempat longsor akibat dihantam banjir akan dilakukan pembangunan tanggul untuk melindungi jalur kereta api yang ada saat ini.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang Rudi Pitoyo mengatakan, rapat koordinasi telah dilakukan pada Minggu (26/1) lalu.

Hasilnya, BBWS Pemali juana akan melakukan penanganan darurat berupa tanggul.

Nantinya, konstruksi tanggul ini berupa tanah padat yang menghubungkan tanggul eksisting BBWS sisi barat melintang ke arah box BH 67 A untuk melindungi jalur KA yang terkena gogosan banjir.

Pembangunan tanggul akan dibuat setinggi 7 meter dengan panjang bawah 30 meter dan panjang atas 5 meter.

Di bagian bawah terdapat susunan pancang bambu yang diperkuat skur bambu melintang.

Lalu di atasnya ada susunan jumbo bag tiga lapis diperkuat tanah timbunan yang dibungkus geotex dan pancang glugu.

”Paling atas ada timbunan tanah setempat,” jelasnya.

Sedangkan secara paralel, KAI Daop 4 Semarang akan membuat jalur sementara atau jembatan sementara.

Di mana desainnya saat ini masih dalam proses pengesahan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Kemenhub (DJKA).

”Dalam waktu dekat dilakukan konstruksinya. Time line penanganan sementara terkoordinasi dengan BBWS,” tuturnya.

Menurut Rudi, fungsi temporary bridge ini, agar kereta api bisa segera dioperasikan lagi di KM 32+5/7.

Disebut temporary karena ke depan di lokasi gogosan akan dilakukan penanganan permanen.

Namun BTP Semarang akan lebih dulu menyiapkan DED-nya.

”Termasuk melakukan kajian teknis penanganan permanen jalur KA petak Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati,” jelasnya.

Sedangkan untuk rencana terowongan bakal kecil kemungkinan, karena pembangunan terowongan memerlukan relokasi dan pembebasan lahan serta membangun sungai buatan.

”Kami upayakan langkah yang paling efisien dengan dampak yang paling minimal. Terutama untuk masyarakat dan lingkungan. Kami tunggu dulu kajian teknisnya,” paparnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#kemenhub #grobogan #banjir #jalur ka #BBWS Pemali Juana #KAI Daop 4 Semarang