Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hore...Salah Satu Sisi Jalur Rel yang Longsor Akibat Banjir di Grobogan akan Dibangunkan Tanggul

Intan Maylani • Selasa, 28 Januari 2025 | 16:33 WIB
DARURAT: Sejumlah alat berat dikerahkan di lokasi Stasiun Gubug untuk atasi gogosan di jalur rel KM 32+-4/5 Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Grobogan.
DARURAT: Sejumlah alat berat dikerahkan di lokasi Stasiun Gubug untuk atasi gogosan di jalur rel KM 32+-4/5 Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Grobogan.

GROBOGAN - Salah satu sisi jalur rel di KM 32+4/5 yang sempat longsor akibat dihantam banjir akan dilakukan pembangunan tanggul untuk melindungi jalur kereta api yang ada saat ini. 

Hal itu diungkapkan Kemenhub melalui Direktorat Prasarana, Direktorat Keselamatan Perkeretaapian dan Balai Perkeretaapian Kelas I Semarang yang diikuti Direktur Prasarana KAI Daop 4 dan BBWS Pemali Juana PUPR.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang, Rudi Pitoyo mengatakan, rapat koordinasi tersebut dilakukan pada Minggu (26/1). Hasilnya, BBWS Pemali juana akan melakukan penanganan darurat berupa tanggul.

Nantinya, konstruksi tanggul ini berupa tanah padat yang menghubungkan tanggul eksisting BBWS sisi barat melintang ke arah box BH 67 A untuk melindungi jalur KA yang terkena gogosan banjir.

Pembangunan tanggul akan dibuat setinggi 7 meter dengan panjang bawah 30 meter dan panjang atas 5 meter. Di bagian bawah terdapat susunan pancang bambu yang diperkuat skur bambu melintang.

Lalu di atasnya ada susunan jumbo bag tiga lapis diperkuat tanah timbunan yang dibungkus geotex dan pancang glugu. "Paling atas ada timbunan tanah setempat," jelasnya.

Sedangkan secara paralel, KAI Daop 4 akan membuat jalur sementara atau jembatan sementara. Di mana desainnya saat ini masih dalam proses pengesahan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Kemenhub (DJKA).

"Dalam waktu dekat dilakukan konstruksinya. Time line penanganan sementara terkoordinasi dengan BBWS," lanjutnya.

Fungsi temporary bridge ini, jelas Rudi, agar kereta api bisa segera dioperasikan kembali di KM 32+5/7.

Disebut temporary karena ke depannya di lokasi gogosan akan dilakukan penanganan permanen. Namun BTP Semarang akan lebih dulu menyiapkan DED-nya.

"Termasuk melakukan kajian teknis penanganan permanen jalur KA petak Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati," imbuhnya.

Menurutnya, untuk rencana terowongan, bakal kecil kemungkinan karena pembangunan terowongan memerlukan relokasi dan pembebasan lahan serta membangun sungai buatan.

"Kami upayakan langkah yang paling efisien dengan dampak yang paling minimal, terutama untuk masyarakat dan lingkungan. Kami tunggu dulu kajian teknisnya," paparnya. (Int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#grobogan #banjir #rel KA #gubug