GROBOGAN - Setelah tiga hari mengebut perbaikan darurat, akhirnya jalur hulu di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati yang terdampak banjir kini bisa dilalui.
KA 16 Harina relasi Bandung-Semarang-Surabaya jadi kereta pertama yang melintas, dengan kecepatan 5 km/jam.
Percepatan pemulihan akses transportasi kereta itu berkat dikerahkannya ratusan petugas prasarana PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang.
Diketahui, saat kereta pertama tersebut melintas hanya bisa dengan kecepatan 5 km per jam. Sebelum sampai di lokasi, kereta lebih dulu membunyikan klakson.
Kemudian petugas juru langsir membawa bendera kuning penanda hati-hati.
Petugas tersebut mengawal kereta sampai benar-benar bisa melewati jalur yang selesai ditangani tersebut. Tepatnya sepanjang Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati.
Sampai pukul 13.44 total sudah ada tujuh kereta yang melewati lokasi. Dengan kecepatan yang dinaikkan berkala, dari 5 km per jam menjadi 10 km per jam.
Dengan dibukanya satu jalur hulu tersebut, mulai Jumat (24/1) Siang KAI sudah tidak lagi memberlakukan penerapan pola operasi memutar melalui jalur selatan melewati Stasiun Gambringan-Gundih-Brumbung dan Brumbung-Gundih-Solo-Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo membenarkan telah dibukanya satu jalur hulu tersebut. Di mana jalur hulu sudah selesai dilakukan perbaikan pada pukul 03.50 WIB.
“Alhamdulillah dini hari ini salah satu jalur yang terimbas banjir sudah dapat dilalui oleh kereta api dengan kecepatan terbatas. KA yang pertama akan melewati jalur tersebut adalah KA 126 Harina relasi Bandung-Semarang-Surabaya pada pukul 05.06 WIB,” terangnya.
Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai.
KAI akan terus melakukan rekayasa dan normalisasi pada titik-titik tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal.
Diungkapkan, saat ini perbaikan yang dilakukan di lokasi berupa pembuatan pondasi track menggunakan besi dan bantalan beton, pengeceran batu kricak di sepanjang jalur yang terdampak, serta berbagai langkah lainnya untuk menormalkan kembali jalur KA.
"Saat rakor penanganan bencana sempat disinggung terkait pembuatan terowongan di lokasi terdampak banjir. Kita lihat ke depannya akan menjadi pertimbangan KAI untuk pelaksanannya. Karena kami siap bekerjasama dengan pihak yang berwenang dalam hal ini BTP DJKA Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Diungkapkan, selama terjadinya gangguan transportasi kereta api pada periode Selasa (21/1) hingga Jumat (24/1).
Total terdapat 89 KA yang berjalan memutar melewati jalur Brumbung-Gundih- Gambringan dan Brumbung-Solo- Surabaya, serta 29 KA yang dibatalkan perjalanannya.
Selain itu juga tercatat ada lebih dari 1.200 pelanggan yang membatalkan tiket KA nya pada periode tersebut.
KAI juga melakukan evakuasi menggunakan bus dan kendaraan lainnya selama terjadinya gangguan kepada seluruh pelanggan yang perjalanan KA nya terganggu imbas banjir.
“Total terdapat sebanyak 46 unit bus yang disediakan oleh KAI Daop 4 Semarang dalam mengakomodir para penumpang KA akibat adanya pengalihan operasional perjalanan KA maupun pembatalan perjalanan KA yang dilakukan,” jelas Franoto. (Int)
Editor : Ali Mustofa