GROBOGAN - Tergerusnya jalur kereta api di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati akibat tanggul Sungai Tuntang di Desa Papanrejo jebol.
Kini PT KAI Daop 4 Semarang berupaya mengebut penanganan agar satu jalur kembali bisa dilalui.
Sejak Selasa (21/1) Malam, PT KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan empat rangkaian kereta api pengangkut batu kricak guna menggantikan material batu kricak yang tergerus luapan air.
Selain itu, satu rangkaian kereta api pengangkut material lainnya, seperti bantalan beton, bantalan kayu, besi rel, besi perancah jembatan, dan perlengkapan lainnya, telah dikirim ke lokasi.
Kereta lori yang didesain mirip dengan kendaraan roda tiga itu terlihat mondar-mandir setiap beberapa jam sekali.
Pada Rabu (22/1), saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi.
Terlihat puluhan petugas prasarana yang didukung oleh tenaga bantuan eksternal melakukan perbaikan dan penguatan konstruksi tubuh badan jalan rel.
Ada juga petugas yang melakukan pemasangan perancah besi, pengeceran batu kricak, pemasangan trucuk menggunakan besi rel.
Kemudian penambahan sirtu, box culvert dan angkat lestreng menggunakan HTT & MTT.
Sekitar pukul 13.30 terlihat satu alat berat mirip eksavator yang bisa berjalan di atas rel tersebut diturunkan untuk membantu percepatan pengerjaan di lokasi.
Manager Humas Daop 4 Semarang KAI, Franoto Wibowo menyampaikan jika PT KAI berupaya agar malam ini satu jalur bisa diewati oleh kereta api. "Asal kondisi di lokasi tidak hujan," ujar Franoto.
Diungkapkan, sampai pukul 15.28, jalur pada lokasi terdampak masih belum dapat dilalui kereta api karena terdapat gogosan imbas luapan yang terjadi sepanjang 100 meter dengan kedalaman 3 meter pada kedua jalur.
Sehingga rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan kereta api masih dilakukan.
Sampai dengan Rabu (22/2) ada beberapa KA yang mengalami keterlambatan rata-rata dua jam.
Dikarenakan menerapkan pola operasi memutar melewat jalur selatan yakni Stasiun Gambringan-Gundih-Brumbung.
Adapun KA yang menerapkan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan sebagai berikut:
- KA 108 Jayabaya relasi Jakarta-Semarang-Surabaya dialihkan melalui jalur Brumbung-Gundih-Gambringan
- KA 185 Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Semarang-Jakarta dialihkan melalui jalur Gambringan-Gundih-Brumbung
- KA 64 Sembrani relasi Jakarta-Semarang-Surabaya dialihkan melalui jalur Brumbung - Solo Jebres - Surabaya Gubeng
- KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Semarang-Surabaya dialihkan melalui jalur Brumbung - Solo Jebres - Surabaya Gubeng
- KA 3 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Semarang-Jakarta dialihkan melalui jalur Surabaya Gubeng - Solo Jebres - Brumbung
- KA 219 Kertajaya relasi relasi Surabaya-Semarang-Jakarta dialihkan melalui jalur Surabaya Gubeng - Solo Jebres - Brumbung
- KA 130 Gumarang relasi Jakarta-Semarang-Surabaya dialihkan melalui jalur Brumbung - Solo Jebres - Surabaya Gubeng
- KA 78 Pandalungan relasi Jakarta-Semarang-Jember dialihkan melalui jalur Brumbung - Gundih - Gambringan
- KA 131 Dharmawangsa relasi Surabaya-Semarang-Jakarta dialihkan melalui jalur Gambringan-Gundih-Brumbung
- KA 63 Sembrani relasi Surabaya-Semarang-Jakarta dialihkan melalui jalur Gambringan-Gundih-Brumbung
- KA 126 Harina relasi Bandung-Semarang-Surabaya dialihkan melalui jalur Brumbung - Gundih - Gambringan
Selain rekayasa pola operasi, KAI juga membatalkan beberapa perjalanan KA pada Rabu, 22 Desember 2025 sebagai berikut:
- KA 227 Blora Jaya relasi Cepu-Semarang
- KA 546 Kedung Sepur relasi Semarang-Ngrombo
- KA 545 Kedung Sepur relasi Ngrombo-Semarang
- KA 170 Tegal Bahari relasi Jakarta-Tegal
- KA 169 Tegal Bahari relasi Tegal-Jakarta
- KA 1 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Semarang-Jakarta
- KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Semarang-Surabaya
"KAI menyadari dampak yang ditimbulkan oleh gangguan ini terhadap pelanggan, terutama bagi yang telah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelas Franoto.
Bagi pelanggan yang terdampak dan memilih untuk membatalkan perjalanan, pengembalian bea tiket sebesar 100 persen (di luar biaya pemesanan) dapat dilakukan di stasiun pelayanan penumpang yang dapat dilayani hingga H+7.
KAI akan terus memantau situasi di Lapangan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala.
Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama.
"Service recovery juga diberikan kepada para pelanggan dengan keterlambatan KA lebih dari 60 menit, dengan pemberian berupa air mineral hingga makanan berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Franoto. (Int)
Editor : Ali Mustofa