Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmanto mengungkapkan pada 2024 ini Pemkab Grobogan menargetkan kondisi jalan mantap mengalami kenaikan sebesar 1,334 persen atau bertambah sepanjang 12,575 kilometer. Sedangkan jalan yang belum mantap 12,839 persen atau sepanjang 120,993 kilometer.
"Untuk sumber pendanaan pembangunan infrastruktur tersebut berasal dari dana alokasi umum (DAU) Rp 12,3 miliar, dana alokasi khusus (DAK) Rp 8,28 miliar, Banprov Rp 15 miliar lalu dana insentif fiskal (DIF) Rp 7 miliar. Sehingga total anggaran selama 2024 ini sekitar Rp 42,6 miliar," paparnya.
Menurutnya, untuk bisa mencapai kondisi jalan mantap 100 persen Pemkab Grobogan membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Sekiranya Rp 665,456 miliar untuk menyelesaikan sisa kekurangannya.
Hal itu disebabkan Kabupaten Grobogan memiliki total jalan kabupaten sepanjang 942,389 kilometer dengan 286 ruas jalan.
"Dengan panjang tersebut, penyelesaiannya telah dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Harapannya, target pembangunan insfratruktur jalan kabupaten Grobogan hingga 2026 hanya 90,17 persen," jelas Wahyu.
Tahun depan, target pengerjaan jalan sekitar 16,577 kilometer dan pada 2026 sebanyak 11,779 kilometer.
Menurut Wahyu, terdapat berbagai kendala terkait pengerjaan konstruksi jalan di Grobogan ini. Sebab, kontur tanah yang berupa tanah lempung.
Di mana tanah tersebut memiliki kembang susut yang sangat besar atau bersifat ekspansif.
"Tak heran ongkos pembangunannya sangat tinggi. Setiap satu kilometer dengan luasan jalan 4,5 meter memakan anggaran Rp 5,5 miliar," terangnya. (int)
Editor : Noor Syafaatul Udhma