GROBOGAN – Setelah tiga hari pencarian korban tenggelam Arjuna Riyanto, warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo ditemukan satu kilometer dari lokasi teggelam, Jumat (13/12). Pelajar siswa MTs Nuril Huda Tawangharjo tersebut tenggelam di sungai Lusi pada Rabu (11/12) lalu.
Pencarian dilakukan selama tiga hari dari tim SAR BPBD Grobogan mulai Rabu pukul 15.00 WIB dari waktu korban tenggelam. Pencarian hari pertama tidak ditemukan dan pencarian hari kedua Kamis (12/12) juga tidak membuahkan hasil. Pencarian hari ketig Jumat (13/12) ditemukan pada pukul 09.00 WIB satu kilometer dari lokasi tenggelam.
Plt Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, hasil dari pencarian setelah dilakukan dengan pengoptimalan dengan penyisiran di sekitar lokasi titik tenggelamnya korban sampai kebawah. Pencarian dilakukan mulai Rabu sampai Jumat.
”Setelah melakukan pencarian kira kira 1 KM dari lokasi tenggelam, korban berhasil di temukan. selanjutnya korban dibawa kerumah duka di serahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan,” kata Endang Sulistiyoningsih.
Sebelumnya, korban tenggelam Arjuna Riyanto, 14, warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo yang masih tenggelam di sungai Lusi. Siswa MTs Nuril Huda tenggelam di Sungai Lusi ketika sedang mandi tepatnya di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo.
Kejadian tenggelam di sungai ketika sedang mandi bersama teman-temanya usai bermain futsal karena terbawa arus sungai. Setelah main futsal dengan 9 teman lainya di lapangan Kebondalem, Selo, Tawangharjo.
Setelah bermain futsal, korban bersama teman-temannya pergi ke salah satu warung. Lantaran merasa gerah, mereka kemudian menuju ke sungai Lusi dengan tujuan untuk mandi.
Korban bersama teman-temannya kemudian mandi di sungai tersebut sambil bersendau gurau. Kejadian itu, terjadi pada pukul 14.30 WIB, MSAG, 14 salah satu teman korban selesai mandi di sungai tersebut.
Ia kemudian menepi dari sungai sambil melihat teman-temannya yang masih mandi. Beberapa saat kemudian, ia melihat korban Ar,14 dan MFA, 14 terbawa arus yang deras dan tenggelam di sungai.
Kemudian, MSAG meloncat ke sungai. Dengan dibantu oleh 2 temannya lagi, saksi MSAG berhasil menyelamatkan MFA. Korban Arjuna Riyanto tidak bisa diselamatkan karena arus sungai terlalu deras.
MFA kemudian dibawa oleh teman-temannya ke tepi sungai. Saat itu, teman-teman korban masih sempat melihat AR, terbawa arus. Melihat hal itu, MSAG, 14 hendak loncat kembali ke sungai untuk menolong AR . Lantaran air sungai sangat deras, ia dicegah oleh teman-temannya.
Tak berhenti sampai disitu, MSAG bersama teman-temannya masih berusaha menyisir sungai Lusi dengan berjalan kaki, namun korban tetap tidak ditemukan.
Pencarian kedua bersama tim Basarnas dan relawan melakukan pencarian menyusuri sungai menggunakan prahu karet dari tepi sungai lusi kanan dan kiri kehilir dimulai dari titik lokasi tenggelamnya korban sampai dengan radius sejauh kilometer.
Sedangkan tim lainya melakukan pencarian menyusuri sungai, dimulai dari hilir ke hulu/TKP lokasi korban tenggelam sampai dengan radius sejauh 7 kilometer.
”Pas hari Ketiga kami lakukan pencarian lagi dari awal TKP dan ditemukan korban ada di lokasi satu kilometer dari lokasi tenggelam,” terangnya. (mun)
Editor : Noor Syafaatul Udhma