Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasca Kebakaran Hebat Pasar Gubug, Pemkab Grobogan Bertemu dengan Pedagang, Ini Kesepakatannya

Sirojul Munir • Rabu, 13 November 2024 | 15:44 WIB

 

BEBAN BERAT: Pedagang Pasar Gubug melihat kios tempat berjualan ludes terbakar beberapa waktu lalu.
BEBAN BERAT: Pedagang Pasar Gubug melihat kios tempat berjualan ludes terbakar beberapa waktu lalu.

GROBOGAN – Pemkab Grobogan bertemu dengan para pedagang pasca insiden kebakaran pasar Gubug di Desa/Kecamatan Gubug pada Senin (4/11) lalu.

Dalam pertemuan itu disepakati pedagang akan mendapat modal lunak.

Fasilitasi oleh Pemkab Grobogan terkait modal itu, akan dilakukan koordinasi dengan perbankan. Terutama Bank BUMN dan BUMD.

”Jadi para pedagang ini mendapatkan modal lagi untuk jualan lagi dengan bunga lunak,” ujar Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan.

Selain itu, para pedagang juga ingin difasilitasi dengan relaksasi untuk membayar utang pedagang.

Relaksasi kepada pedagang itu berupa sementara waktu bisa menunda angsuran.

”Sehingga mereka tidak berat pasca terjadi kebakaran,” terang dia.

Kesepakatan lain membuat pasar darurat di lapangan Desa/Kecamatan Gubug untuk menampung lima los pedagang. Mereka ingin bekerja dan berjualan kembali.

”Alhamdulilah saat ini sudah proses pembangunan pasar darurat dengan menggunakan dana tidak terduga (DTT) sebesar Rp 2,5 miliar. Lokasi di lapangan Desa Gubug,” kata Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan.

Sementara terkait dengan Pasar Gubug yang terbakar sudah diidentifikasi tentang perhitungan aset.

Sisa bangunan akan dilelang oleh Pemkab dan masuk dalam PAD. Dimana sudah dilakukan perhitungan oleh Dinas PUPR dan DPPKAD Grobogan.

”Kami akan lakukan pembuatan DED (Detail Engineering Desain) untuk menyusun anggaran. Dan anggarannya bangunanya menunggu DED dulu pada awal tahun 2025 kami rancang DED ya,” tandasnya.

Dampak kebakaran pasar Gubug di Desa/Kecamatan Gubug mulai dirasa para pedagang.

Para pedagang ini mulai bingung bagaimana caranya bisa membayar angsuran untuk modal dari Bank padahal sudah tidak ada pemasukan.

Sularsih, salah satu pedagang korban kebakaran Pasar Gubug mengaku sempat merasa bingung bagaimana cara mengangsur pinjaman bank yang digunakan untuk modal dagangan.

Padahal dagangan di pasar Gubug sudah ludes terbakar dan tidak tersisa.

”Saya bingung Mas. Bingung mikir bayar angsuran dan modal jualan lagi. Dagangan saya habis semua terbakar,” kata Sularsih warga Desa Kuwaron, Gubug pedagang jam tangan dan aksesoris ini.

”Jika ada relaksasi utang dan modal lunak, kami setidaknya terbantu.”

Dagangan yang dijual belikan olehnya berasal dari modal bank. Setiap bulan dia mengangsur untuk membayarnya. Pinjaman yang diambil dari Bank BRI Gubug tersebut sebesar Rp 50 juta.

Angsuran setiap bula Rp 1.501.000,-. Saat ini dirinya nganggur dan tidak penghasilan. Selama tiga hari ini hidup dia mencari pekerjaan serabutan setiap hari.

”Kalau mengangsur pinjaman berat Mas. Harapannya dihapus angsuran. Karena tidak bisa bayar lagi, mau cari pekerjaan baru. Jika ada pekerjaan baru bisa buat makan,” ujarnya.

Dari kebakaran pasar Gubug menjadikan 1.290 pedagang kehilangan tempat jualan. Kuncinya ada 190 toko, 751 los dan 341 dasaran.

Pasar Gubug memiliki luas tanah 9.838 meter persegi dan luas bangunan 8.625 meter persegi.

Dari lokasi pasar tersebut dibagi menjadi lima blok. Yaitu Blok A, Blok B, Blok C, Blok D dan Blok E.

Seluruh bangunan dari blok tersebut ludes terbakar Bangunan terbakar lebih dari 85 persen dan untuk taksiran sementara kerugian capai Rp 42, 7 miliar. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#pasar gubug #pinjaman bank #grobogan #pemkab #terbakar #disperindag #pedagang