GROBOGAN - Nahas nasib yang dialami seorang pelajar berinsial NN, 14, warga Desa Truwolu Kecamatan Ngaringan.
Ia ditemukan tewas di sebuah persawahan pada Selasa (5/11) Malam.
Korban ditemukan sudah tak bernyawa di areal persawahan milik Darman, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan. Diduga karena terkena jebakan listrik.
Kapolsek Kradenan, AKP Haryono, mengungkapkan kronologi tewasnya siswi SMP tersebut.
Bermula saat korban meminta temannya berinisial SRF untuk diantar ke rumah ZA, 16, teman lelakinya, sekitar pukul 18.45.
Setelah keduanya bertemu, mereka langsung menuju ke areal persawahan dan duduk di sekitar sawah tersebut.
Tiba-tiba ada cahaya senter mengarah ke arah keduanya. Melihat itu, keduanya langsung lari hingga ke ujung barat area sawah milik Darman.
"Pada saat lari ke arah barat sawah milik Darman ini tubuh korban terjatuh dan pada saat itu temannya menarik kaki korban dengan tangannya. Namun, tubuh temannya ini terpental hingga ia berusaha menarik korban dengan kaos miliknya. Ternyata bisa ditarik," jelas AKP Haryono.
Setelah ditarik, teman lelakinya melihat korban sudah lemas hingga akhirnya ia lari meminta pertolongan warga untuk mengangkat tubuh korban.
Kemudian, setelah berhasil diangkat, korban langsung diperiksa oleh bidan Desa Truwolu. Dari pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Pada tubuh korban ditemukan luka melepuh pada ibu jari tangan kanan dan punggung tangan kiri korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelas AKP Haryono.
Polsek Kradenan langsung melakukan pemeriksaan terhadap pemilik sawah.
Dari keterangan Darman, sawah yang ditanami komoditi cabe tersebut memang dipasangi jebakan tikus beraliran listrik yang baru dipasang pukul 17.00 di hari yang sama.
"Saat korban dan temannya masuk ke dalam areal persawahan tidak mengetahui adanya jebakan listrik, meskipun sudah ada lampu penanda bahwa sawah tersebut dialiri listrik," pungkasnya. (Int)
Editor : Ali Mustofa