Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penyelidikan Lithium di Lima Kecamatan di Grobogan Dimulai, Alat Geofisika di-Setting ke Sejumlah Titik

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 30 Oktober 2024 | 20:30 WIB
GEOFISIKA: Tim teknis Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat memasang sejumlah alat geofisika di wilayah Kecamatan Kradenan.
GEOFISIKA: Tim teknis Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat memasang sejumlah alat geofisika di wilayah Kecamatan Kradenan.

GROBOGAN - Sejak Senin (28/10), tim teknis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyebar ke lima kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan.

Sejumlah alat pengukuran geofisika untuk penyelidikan lithium mulai di-setting.

Ketua Tim Bidang Mineral PSDMBP Badan Geologi Kementerian ESDM, Awaludin mengatakan, ada beberapa metode geofisika yang digunakan yaitu ground magnetic, gravity, magnetotelluric, IP-Resistivity, Self-Potential dan Passive Seismic. 

Menurutnya, masing-masing metode mempunyai cara kerja yang berbeda.

Namun, pada intinya, cara kerjanya untuk mengirim sinyal ke bawah permukaan bumi dan menangkap kembali sinyal tersebut atau menerima sinyal secara alami untuk mengetahui respons sifat fisik bawah permukaan.

"Setiap harinya akan berbeda jumlah titik pengukuran geofisikanya, tergantung dari metode dan kondisi lapangannya. Hari ini baru penyetingan alat," ungkapnya.

Diungkapkan, pusat pemasangan titik awal berada di Bledug Kuwu. Sehingga pada hari pertama, petugas sempat terfokus di lokasi tersebut.

Kemudian dilanjut hari berikutnya menyebar ke beberapa titik desa yang ada di lima kecamatan seperti Kecamatan Kradenan, Wirosari, Gabus, Ngaringan dan Pulokulon.

"Tahap sekarang baru penyelidikan awal. Karena kami ingin mengetahui dimensi dari reservoir air garam yang terletak di bawah permukaan. Oleh karena itu digunakan metode geofisika. Selain itu, kami juga menginventarisasi sumber-sumber air garam lainnya yang berada di permukaan," jelasnya.

Nantinya, hasil dari data metode geofisika tersebut akan diolah dan diinterpretasikan bersama dengan mitra.

"Kami Kerjasama dengan perusahaan Prancis yang ada di Indonesia (Red, PT Eramet Indonesia Mining)," imbuhnya.

Sedangkan Kepala Desa Grabagan Eko Setyawan menambahkan, Desa Grabagan menjadi titik terbanyak pemasangan alat geofisika.

Sejak Selasa (29/10) mulai dilakukan penyetingan sejumlah alat.

"Di Grabagan sudah mulai tertanam beberapa titik alat. Kebetulan saya ikut memantau penyetingan alat ini. Pertama di Kropak, kemudian di dekat rumah warga Dusun Cangkring, Dusun Jati, Sengon, dan persawahan warga di Dusun Jatisemi," jelasnya.

Selain Desa Grabagan, Desa Banjarsari dan Desa Kalisari Kecamatan Kradenan yang juga mulai dilakukan pemasangan alat metode geofisika. (Int)

Editor : Ali Mustofa
#bledug kuwu #Geofisika #esdm #lithium #kementerian esdm