Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Bendung Dumpil di Ngaringan Grobogan Mengering, Begini Kondisinya

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 4 September 2024 | 22:42 WIB

KEKERINGAN: Kondisi Bendung Dumpil di Desa Kalangdosari Kecamatan Ngaringan mengering.
KEKERINGAN: Kondisi Bendung Dumpil di Desa Kalangdosari Kecamatan Ngaringan mengering.

GROBOGAN – Kekeringan di Kabupaten Grobogan semakin meluas. Salah satu dampaknya, bendung Dumpil di Desa Kalangdosari Kecamatan Ngaringan mulai mengering. Lokasi untuk pengairan itu sementara berubah fungsi.

Di lokasi, beberapa kubangan air yang tersisa malah dimanfaatkan warga untuk memancing.

Kondisi bendungan yang mengering itu malah membuat warga sekitar berbondong-bondong datang.

Mereka membawa peralatan mencari ikan seperti jaring dan jala.

Bahkan, surutnya air membuat tanah di dasar bendungan yang biasanya digenangi air, kini kering kerontang.

Bahkan di beberapa titik sudah ditumbuhi rerumputan. Selain itu, tidak terlihat adanya aliran air dari hulu ke bendungan itu.

“Kondisi Dumpil saat ini mengalami kekeringan akibat dari cuaca panas ekstrem. Disebabkan tak adanya hujan yang berkepanjangan. Maka kami minta warga sekitar turut hemat air, karena dampak kekeringan ini bisa mengakibatkan menurunnya pasokan air tanah,” ungkap salah satu warga, Man.

Kondisi penurunan elevasi air di bendung Dumpil berdampak pada pertanian warga sekitar.

Sedangkan warga sekitar masih bisa mengatasi kekeringan dengan mengandalkan sumur yang ada di sekitar rumah mereka.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Grobogan, Soewignyo mengatakan puncak kemarau basah di Kabupaten Grobogan diperkirakan pada Agustus-September 2024.

Adanya kemarau yang meluas, sejak 15 Juni 2024 BPBD Grobogan telah mengeluarkan status siaga darurat bencana kekeringan.

"Durasi musim kemarau diperkirakan 13-15 dasarian atau 4 sampai 5 bulan," ungkapnya.

Sementara itu, data terbaru dampak kekeringan meluas menjadi 62 desa di 15 kecamatan.

"Sampai saat ini, kami sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 231 tangki. Yakni 148 tangki dari APBD dan 83 tangki dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB," ungkapnya. (int/him)

Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #ngaringan #kekeringan #bendung dumpil