Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratusan Santri Tambirejo Grobogan Mandi Air Kembang, Ini Tujuannya

Nibros Hassani • Kamis, 18 Juli 2024 | 16:07 WIB

 

Pengasuh Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh KH Muhammad Gufron Mulyadi memandikan santrinya dengan air kembang. Foto: SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS
Pengasuh Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh KH Muhammad Gufron Mulyadi memandikan santrinya dengan air kembang. Foto: SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS

GROBOGAN – Ratusan santri dari Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh mengikuti tradisi suronan dengan acara mandi Jiworogo pada Senin malam (16/7).

Sebelum mandi Jiworogo dari air kembang, para santri dan warga umum dari berbagai kota tersebut melakukan ritual doa mujahadah Suro.

Selain itu, mandi kembang tersebut juga dilakukan jamas pusaka. Mulai dari keris, pedang, tombak dan pusaka lainya.

Baca Juga: Waspada! Wabah Chikungunya Mulai Serang Puluhan Warga di Keyongan Grobogan

Baca Juga: Dibangun Crazy Rich Grobogan Joko Suranto, Taman JOSS di Karangayung Grobogan Diresmikan Artis Baim Wong

Mandi Jiworogo bertujuan agar di tahun baru Islam 1446 Hijriyah ini para santri dan warga lainya bisa menghilangkan dari hal-hal negatif.

”Tahun yang akan dijalani tahun ini lebih baik dan berkah lewat wasilah doa dan mandi jiworogo,” kata pengasuh Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo Kh Muhammad Gufron Mulyadi.

Kegiatan yang digelar selesai salat isya' tersebut diikuti santri dan warga umum lainnya hingga sekitar 300 orang.

Baca Juga: Duh, Grobogan Jadi Daerah dengan Kasus Mafia Tanah Terbesar, Ini Kata Menteri AHY

Baca Juga: Potret PPDB SD Grobogan : 14 Sekolah Hanya Dapat Kurang dari 10 Murid, Ini Detailnya

Masyarakat yang ikut berasal dari berbagai daerah. Seperti Kota Brebes, Batang, Pati, Tegal, Sragen dan Purwodadi.

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahun baru hijriyah setiap tahun.

Hanya saja tahun ini, tidak ada kirab pusaka dan langsung dilakukan jamas pusaka.

Baca Juga: Tegas! Polisi Gelandang Truk Galian C Tak Berizin di Putatsari Grobogan

Baca Juga: Dewan Setujui Raperda RPJPD Grobogan 2025-2045

”Maka sepuluh Muharam ini kami isi dengan Mujahadah dan mandi ruwatan dan bersihkan pusaka,” ujarnya.

Setelah acara mandi Jiworogo dilanjutkan dengan acara ziarah di Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo dan Ki Ageng Tarub, di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo.

Lokasi terakhir ziarah di Makam Ki Ageng Getas Pendowo, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

”Pusaka yang dijamas ini ada 500 buah keris. Jenisnya bermacam-macam mulai dari dapur tilam upih, tilam dari, kebo lajer, brojol, jarang panwodo caruba. Dari beberapa keris yang jadi andalan pusaka kiai tutur semburu berdapur sengkelat,” terang dia.

Baca Juga: Tekan AKI dan AKB, Puluhan Dokter Umum Puskesmas di Grobogan Digembleng Pelatihan USG

Baca Juga: Kuota Minim, Tahun Ini Pemkab Grobogan Hanya Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sulsel

Penjaman keris menggunakan air kelapa muda, jeruk nipis, bunga setaman dan minyak cendana pusaka.

Setelah dijamas pusaka dibersihkan menggunakan kain dan didoakan. Penjamasan dilakukan agar pusaka tetap awet dan tidak cepat rusak karena termakan usia. (mun/ujung pena)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#grobogan hari ini #Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo #1 Muharram #tradisi jamasan pusaka bulan suro #Suranan #tradisi 1 muharram