Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada! Wabah Chikungunya Mulai Serang Puluhan Warga di Keyongan Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 17 Juli 2024 | 21:53 WIB

 

WABAH: Petugas Puskesmas Gabus 1 saat melakukan rapid test pada warga Desa Keyongan Kecamatan Gabus.
WABAH: Petugas Puskesmas Gabus 1 saat melakukan rapid test pada warga Desa Keyongan Kecamatan Gabus.

GROBOGAN - Penyakit chikungunya tengah menyerang RT 09 dan RT 10 RW 02, Dusun Wuni Desa Keyongan, Kecamatan Gabus.

Akibatnya, sebanyak 51 warga merasakan nyeri sendi beberapa hari karena gigitan nyamuk chikungunya tersebut.

Plt Sekretaris Dinkes Grobogan yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Djatmiko mengatakan, penularan nyamuk Aedes aegypti ini lebih cepat menyerang.

Setidaknya, dalam satu rumah jika ada seorang yang terkena gigitan nyamuk. Maka anggota keluarga lain juga bakal tertular. Alhasil penyebaran wabah ini cukup cepat.

”Beberapa waktu lalu, kami mendapatkan laporan terkait chikungunya menyerang warga RT 09 dan RT 10 RW 02 di Dusun Wuni Desa Keyongan Kecamatan Gabus," ujar Djatmiko.

"Total yang terkena ada 51 orang, antara lain warga yang berusia 25-35 tahun ada delapan orang, kemudian usia 36-45 tahun ada 20 orang, serta usia kurang dari 45 tahun mengenai 23 warga,” lanjutnya.

Sampai saat ini, bidan desa serta petugas Puskesmas Gabus 1 turut memantau sejumlah warga yang kedapatan mengeluhkan sakit nyeri sendi, kaku, dan demam. Petugas juga sempat melakukan rapid tes.

”Menurut laporan dari petugas yang ada di lokasi. Hingga kini masih ada enam warga yang belum bisa beraktifitas. Sedangkan lainnya sudah sembuh tapi masih merasakan pegal-pegal pada tulang,” ungkapnya.

 Pihaknya menekankan agar desa segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Serta rutin membersihkan lingkungan rumah untuk tidak menimbulkan genangan-genangan.

”Kemarin saat dicek, ternyata terdapat banyak genangan air di tempat terbuka. Ini memicu munculnya nyamuk Aedes aegypti,” tegasnya.

Sedangkan untuk penanganan, pihaknya memberikan obat terkait keluhan.

”Keluhan seperti DBD, diobati terkait keluhan yang dirasakan, jika nyeri maka yang akan diobati nyerinya,” ujarnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#genangan air #grobogan #aedes aegypti #Chikungunya #nyamuk #puskesmas