GROBOGAN - Kepergian korban Dwi Krsitiani, 34, warga Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan dirasakan oleh keluarga. Terutama sang suami.
Korban meninggalkan seorang suami Tri Sudarwanto dan dua anak. Anak pertama duduk di bangku kelas 6 dan anak kedua masih bangku TK.
Tri Sudarwanto menceritakan, sebelum kejadian, dirinya masih menghubungi pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp. Menanyakan kabar anak di rumah.
Sebab, suaminya baru saja berangkat merantau ke Jakarta dan pergi pada Jumat (21/6) lalu.
Namun, pada Sabtu malam mendapatkan kabar bahwa istrinya meninggal dunia karena dibunuh.
”Saya syok dan kaget Mas. Sebelum kejadian siang hari masih kirim pesan singkat menanyakan kabar sudah sampai dan mulai bekerja apa belum. Sore dan malam hari telepon tidak ada jawaban,” kata Tri Sudarwanto.
Dia meminta kepada petugas kepolisian agar segera bisa menangkap pelaku pembunuhan istrinya.
Pelaku harus dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Apalagi pelaku juga mengambil sepeda motor, handphone, dan dompet istrinya.
”Saya minta kepada pak Polisi agar segera menangkap pelaku karena sudah membunuh istrinya. Saya tidak terima istri saya dibunuh,” aku dia.
Hal sama juga diungkapkan Sarwidi paman korban.
Dia mengatakan, bahwa keponakannya merupakan orang baik dan suka membantu orang.
Setiap hari keponakannya mengurus kedua anaknya untuk antar jemput sekolah karena sekolah di Kota Purwodadi.
”Keponakanya orang baik. Pelaku mungkin membunuh karena ingin membawa sepeda motor yang baru dibeli tiga bulan lalu,” ujarnya.
Dari pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku.
Sebab, pelaku sudah menghabisi nyawa keponakannya dan membawa sepeda motor, handphone dan dompet korban. (mun/zen)
Editor : Ali Mustofa