GROBOGAN - Rumah Wasis, 47, warga Dusun Majenang RT 05 RW 19 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi terbakar.
Saat kejadian ia sedang mengantar cucunya pijat.
Tidak ada yang sedang di rumah saat itu. Insiden yang terjadi pada Rabu (17/4) sekitar pukul 20.50 WIB diketahui oleh Kayatul Maunah, 35.
Adik pemilik rumah itu, tinggal bersebelahan.
Menurut keterangannya, terdengar suara ledakan yang disusul percikan api.
"Saya kaget, kemudian teriak minta tolong dan warga berdatangan. Mereka membantu memadamkan api menggunakan ember dengan air di selokan," singkatnya pada Kamis (18/4).
Kabid Damkar Kabupaten Grobogan, Achmad Rifqi Syamsul Huda menyampaikan insiden tersebut diduga diakibatkan dari korsleting meteran listrik.
"Setelah mendapati laporan, Damkar Satpol PP berangkat menggunakan dua armada pada pukul 20.58 sampai ke lokasi kejadian pukul 21.04," tuturnya
Lantaran kondisi api besar kemudian ditambah satu armada lagi untuk mempercepat pemadaman.
Hanya butuh 10 menit untuk memadamkan api.
"Yang lama itu proses pendinginan. Dibutuhkan kurang lebih 30 menit. Hingga selesai pelaksanakan tugas, dan Damkar kembali sampai kantor pada pukul 22.04," jelasnya.
Api membakar sebagian rumah bagian depan.
Dari keseluruhan harta benda yang berhasil diselamatkan senilai Rp 150 juta.
"Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta meliputi properti persewaan dekorasi pengantin, sepeda motor Honda PCX dan Honda Vario 125," jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi terjadinya korsleting listrik maupun penyebab kebakaran lainnya.
"Pastikan kalau mau meninggalkan rumah, tungku kompor dalam keadaan. Colokan listrik barang elektronik juga dalam keadaan rapat atau terlepas. Jika diperlukan cek secara berkala instalasi listrik yang ada," pesannya. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa