Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Sungai Lusi di Godong Grobogan Kembali Jebol, 3 Eksavator Dikerahkan

Fikri Thoharudin • Jumat, 5 April 2024 | 17:20 WIB
JEBOL LAGI: Para pekerja dari BBWS Pemali Juana lakukan penutupan tanggul Desa Bugel yang jebol.
JEBOL LAGI: Para pekerja dari BBWS Pemali Juana lakukan penutupan tanggul Desa Bugel yang jebol.

 GROBOGAN — Setelah jebol pada Minggu (17/3) dan rampung diperbaiki, tanggul Sungai Lusi di Desa Bugel, Godong, jebol lagi pada Kamis (4/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

Berbeda dengan jebolan yang pertama sepanjang 15 meter, kali ini hanya jebol 7 meter.

Akibatnya, air tak melimpas ke rumah-rumah warga di Desa Bugel.

Namun, hanya mengalir ke daerah aliran sungai arah Desa Tambirejo, Gajah, dan terusan Sungai Wulan, Karanganyar, Demak.

Meski demikian, warga diminta tetap waspada.

Staf pengawas lapangan Agus Yanto mengatakan, jebolan terjadi karena debit air Sungai Wulan naik.

Ditambah curah hujan tinggi, sehingga tanggul yang sifat tanahnya masih belum kering sepenuhnya jebol lagi.

”Kami telah turunkan tiga alat berat ekskavator dan satu unit truk dam," katanya menceritakan alat yang baru didatangkan dari Bengawan Solo tersebut.

Pekerjaan dibagi, meliputi pengisian jumbo bag dengan tanah dan penutupan jebolan menggunakan sesek atau anyaman bambu.

Dilakukan juga pengawatan antaran anyaman bambu dengan batang pemancang.

”Kami lakukan pemancangan menggunakan bambu. Termasuk glugu (batang pohon kelapa) terlebih dahulu. Baru penimbunan tanggul," jelasnya.

Dalam pengerjaan perbaikan tersebut, Agus mengaku terkendala akses masuk.

Ini membuatnya tak dapat mendatangkan material dari luar.

”Urugan tanah untuk jumbo bag diambilkan dari tanah sekitar tanggul yang statusnya sudah dibebaskan," ujarnya.

Bersama 15 pekerja termasuk operator alat berat dan sopir truk, pihaknya akan mengusahakan penutupan tanggul dengan segera.

”Semoga cuaca bersahabat. Kami usahakan hari ini (kemarin, Red) tertutup," tandasnya.

Agus mengaku akan semaksimal mungkin menangani serta menyiasati keberulangan jebolnya tanggul.

”Akan kami perkuat dengan menggunakan geotextile, sehingga tanggul dapat terselimuti dan air tidak masuk," terangnya.

Dia berharap, ke depan agar ada perkuatan permanen.

Saat ini jika curah hujan tinggi, air memenuhi Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Wulan.

”Salah satu sebabnya, kondisi daerah hulu (Pegunungan Kendeng, Red) sudah gundul. Daerah resapan jadi berkurang. Ini yang mengakibatkan banyak tanggul jebol," imbuhnya.

Sementara itu, usai jebol pada Selasa (2/4) malam, tanggul jebol di Desa Anggaswangi dan Truko, Godong, Grobogan, mulai ditangani Kamis (4/4) siang.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrikan menyampaikan, tanggul jebol tak hanya di satu titik, sehingga upaya kolaborasi dibutuhkan untuk mempercepat penanganan.

”Penanganan tanggap darurat dilakukan kolaborasi dari BBWS Pemali Juana, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPUSDATaru) Jawa Tengah, DPUPR, dan BPBD," ujarnya.

Penyediaan ekskavator dilakukan BBWS Pemali Juana secara menyeluruh. Termasuk bantuan geobag sebagai wadah tanah agar tidak tercecer.

”Akibat tanah di lokasi masih gembur dan belum bisa digunakan, DPUSDATaru membantu mendatangkan 10 truk dam tanah dari luar," katanya.

Sementara itu, DPUPR membantu menyediakan 50 anyaman bambu dan 50 batang trucuk atau batang pemancang bambu panjang 4 meter.

”Termasuk kawat maupun paku sebagai perekat antara anyaman dengan tiang pemancang," ujarnya.

”BPBD membantu 50 batang dolken jati panjang 3 meter untuk memperkuat tanah," imbuhnya.

Terpisah, Martono, 45, pekerja lapangan mengatakan, untuk penanganan tanggap darurat direncanakan rampung dalam empat hari.

”Meski hanya jebol lima meter, tetapi perlu memperkuat kaki-kaki tanggul. Sekalian pembenahan hingga top level," katanya.

Meski demikian, setelah sehari penanganan warga diminta tak perlu khawatir.

Karena tanggul akan dibuka saat proses pengerjaan dan ditutup lagi malam hari.

”Silakan tidur nyenyak," pesannya. (fik/lin)

Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #banjir #tanggul #sungai lusi #waspada #jebol