GROBOGAN – Ratusan tanaman bonsai dari berbagai daerah dipamerkan di halaman gedung serba guna Dewi Sri, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
BBonsai dengan berbagai ukuran dan bentuk jenis terlihat cantik tertata rapi dipajang.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, ada satu dari 755 tanaman yang dikerdilkan tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung.
Baca Juga: Ratusan Bonsai Ikuti Kontes Tingkat Nasional di Halaman Dewi Sri Purwodadi, Hadiah Utama Seekor Sapi
Yaitu bonsai yang ditawar Rp1 miliar tapi tak dilepas pemiliknya.
Namanya bonsai pohon phusu berukuran 64 cm milik Eko Sumargono asal Solo.
Pameran bonsai berskala nasional ini pertama kali diadakan di Kabupaten Grobogan.
Pesertanya berasal dari seluruh provinsi, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
“Ada 755 bonsai yang dilombakan,” ujar Panitia penyelenggara Kukuh Prasetyo Rusady.
Meskipun persiapan sempat terkendala karena adanya musibah banjir, namun acara tetap menyedot perhatian bahkan oleh para pencinta bonsai dari luar Jawa.
Kukuh menjelaskan, selain dari wilayah Jawa ada juga yang berasal dari NTT bahkan Sumatera.
Menurutnya, kejuaraan bonsai ini diinisiasi Persatuan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI).
Ada empat kategori kelas yang dilombaka. Yaitu utama, madya, pratama dan prospek.
Kejuaraan itu memperebutkan juara satu, dua dan tiga. Masing-masing ada juara best masing-masing kelas.
Hadiah utama yang direbutkan berupa satu ekor sapi.
Baca Juga: Bahagianya Belasan Warga Rusunawa Cepu Blora Dapat Rumah dari Program 'Tuku Lemah Oleh Omah'
Dikatakan, jenis bonsai yang mengikuti kejuaraan adalah bonsai serut, anting putri, hokiantea, ulmus, lagundri, asam jawa, santigi.
Kemudian cemara, waru, beringin korea, beringin jawa, iprik, kimeng, lohansung, dan amplas.
Pameran dan lomba bonsai ini, lanjut Kukuh digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Grobogan ke-298.
Pria yang menjabat sebagai sekretaris dinas pertanian ini mengaku bangga dan terasa terhormat lantaran Kabupaten Grobogan dapat disinggahi event bergengsi ini.
Menurutnya, membonsai merupakan kegiatan yang amat filosofis. Mengajarkan kesabaran, ketekunan dan sikap mencintai alam.
"Kalau dibuat bonsai nilainya bertambah. Tanaman yang awalnya memiliki harga murah bisa jadi dihargai beribu kali lipat apabila sudah jadi," sampaikannya.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Buah Salak Punya 7 Khasiat Kesehatan Terutama Bagi Jantung!
Masyarakat juga dapat melihat demo bonsai secara langsung sembari belajar tahapan-tahapan dasar yang perlu dipahami dalam membonsai.
"Monggo datang dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Pameran dibuka hingga 26 Maret," pungkasnya.
Adapun yang menjadi pemenang lomba bonsai kali ini adalah pohon Anting Putri milik H Ulin Nuha dari Kabupaten Jepara.
Pohon bonsai tersebut terpilih sebagai Best In Class dan Best In Show. (mun/fik)
Berikut Daftar Nama Pemenang Lomba Bonsai yang Dilombakan:
Best in Class dan Best in Show+ Best Ten
Anting putri ukuran 79 cm milik H. Ulin Nuha dari Jepara
Best Ten
1. Serut ukuran 70 cm, nama pemilik Hiraka Gallery Erry dari Tuban
2. Anting putri 60 cm, nama pemilik Kukuh Rsw dari Grobogan
3. Hokianti 63 cm, nama pemilik Arss Dari Gresik
Madya Best Ten
1. Phusu 64 cm, nama pemilik Eko Sumargono dari solo
2. SIANCI 60 cm, nama pemilik Suyata dari Klaten (Best ten + best in class)
3. Serut 103 cm, nama pemilik Erik Candra S. dari Pekalongan
Pratama
1. Elegan 115 cm, nama pemilik Bale Lohansung dari Ngawi
2. Arabika 75 cm, nama pemilik Suwanto dari Lamongan
3. Serut 43 cm, nama pemilik Nuh dari Rembang
Prospek Best Twenthy
1. Waru 63 cm, nama pemilik Heri Susanto dari Jepara
2. Anting putri 38 cm, nama pemilik RNJ Jepara
3. Sancang 26 cm, nama pemilik Nuh dari Rembang
Editor : Ali Mustofa