GROBOGAN - Baby Volcano atau Bledug Cangkring di Desa Grabagan, Kradenan, Kabupaten Grobogan mendadak memuntahkan lumpur, Jumat (22/3).
Kejadian ini diduga merupakan dampak gempa yang terjadi di Tuban.
Hal itu lantaran Baby Volcano memuntahkan lumpur Jumat (22/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Di mana sebelumnya terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 yang berpusat di perairan Tuban dan turut dirasakan di Grobogan.
Karenanya, muncul spekulasi bahwa kejadian itu terjadi akibat gempa di Tuban.
Video semburan muncul ini juga viral di media sosial.
Salah satunya diunggah di akun Instagram @grobogan_raya.
Dalam video yang diunggah tampak momen semburan lumpur terus meluber hingga ke areal persawahan.
"Baby volcano. Apakah efek gempa bumi tadi?," tulis pengunggah.
Hal itu dikomfirmasi Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan, Masrichan.
Ia menyebut kejadian Baby Volcano menyemburkan lumpur itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
"Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, lokasi ada di Dusun Cangkring, Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan," katanya, Jumat (22/3).
Baca Juga: Baby Volcano di Grobogan Semburkan Lumpur Diduga Dampak Gempa Tuban, Ini Kata BPBD!
Sayangnya, pihaknya belum bisa memastikan apakah semburan lumpur itu berkaitan dengan gempa yang terjadi siang ini atau tidak.
Sebab, semburan lumpur memang terkadang muncul di sekitaran Bledug Kuwu.
Ia juga menyebut petugas telah dikirim ke lapangan untuk meninjau semburan lumpur tersebut.
Pihaknya juga bakal mendata dampak lain dari semburan lumpur itu.
Sementara, pihak kepolisian masih terus memantau semburan lumpur di Baby Volcano atau Bledug Cangkring, Desa Grabagan, Kradenan, Kabupaten Grobogan itu.
Pemantauan secara berkala akan dilakukan meski saat ini semburan lumpur sudah berhenti.
Hal itu diungkapkan Kapolsek Kradenan AKP Haryono.
Ia menyebut Baby Volcano menyemburkan lumpur dengan letupan besar.
Kemudian terus memuntahkan lumpur selama kurang lebih 1 jam.
"Baby Volcano mengeluarkan lumpur dari letupan besar selama kurang lebih 1 jam," kata Kapolres.
Meski begitu, semburan lumpur disebut tak sebanyak letupan sebelumnya.
Dia memastikan tak ada rumah yang terdampak akibat kejadian tersebut.
"Debit lumpur saat ini tidak terlalu banyak seperti sebelumnya dan tidak sampai menggenangi area pemukiman," tambahnya.
Dia mengatakan pihak kepolisian masih akan melakukan pemantauan secara berkala.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tak mendekat ke area lokasi.
Editor : Dzikrina Abdillah