Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masih Dicari! Dua Santriwati Hilang Saat Banjir di Grobogan, Begini Kronologinya

Sirojul Munir • Minggu, 17 Maret 2024 | 18:31 WIB
PENCARIAN: Anggota Polsek Purwodadi bersama SAR Grobogan melakukan pencarian dua santri perempuan yang dilaporkan hilang saat pulang dari Ponpes.
PENCARIAN: Anggota Polsek Purwodadi bersama SAR Grobogan melakukan pencarian dua santri perempuan yang dilaporkan hilang saat pulang dari Ponpes.

GROBOGAN - Dua santriwati Pondok Pesantren Manbaul Alaa Purwodadi, Grobogan dilaporkan hilang.

Insiden hilangnya santriwati itu terjadi pada Sabtu (16/3) kemarin.

Dua santri perempuan ini adalah Nurul Fajriyah (19) warga Desa Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.

Sementara satu santriwati lainnya yaitu Shofiatul Lailiyyah.

Ia merupakan warga Desa Tunggak Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Sat Samapta Polres Grobogan dan BPBD Grobogan langsung melakukan pencarian saat mendapatkan laporan tersebut.

Pencarian bahkan masih dilakukan hingga hari ini, Minggu (17/3).

Namun belum membuahkan hasil.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Purwodadi Polres Grobogan AKP Dedy Setyanto.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat Nurul Fajriyah hendak pulang dari Ponpes Manbaul Alaa Purwodadi Grobogan.

Ia pulang ke rumah bersama seorang temannya pada Jumat (15/3) lalu. 

”Keduanya dari terminal lama di Jagalan Purwodadi naik becak dan turun di perempatan Glugu Purwodadi,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto.

Kemudian, keduanya berjalan kaki kearah Desa Kedungrejo melewati banjir yang terjadi di Jalan Desa Karanganyar.

Saat dihubungi oleh keluarganya, ponsel milik Nurul Fajriyah, tidak aktif.

Hingga kini, keduanya belum pulang dan belum diketahui keberadaannya.

”Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Purwodadi Polres Grobogan,” ujarnya.

Ciri-ciri anak tersebut yakni berperawakan sedang dengan tinggi badan 155 sentimeter dan berat badan 55 kilogram, rambut lurus, kulit sawo matang dan berhijab. (mun).

Editor : Dzikrina Abdillah
#Hilang #ponpes #grobogan #banjir #santriwati