GROBOGAN – Masjid Baiturrohman menjadi salah satu masjid kuno yang berada di Kabupaten Grobogan.
Cerita gaib menyelimuti masjid yang berada di bantaran Sungai Lusi tersebut.
Salah satu santri yang akrab dipanggil Kang Kamil menuturkan masjid menjadi ruang yang nyaman bagi para santri untuk zikir, tadarus, maupun murojaah kitab.
Menjadi hal lumrah jika santri tertidur maupun sengaja tidur dalam pelukan masjid.
“Waktu itu dialami oleh senior saya yang tidak tahu sebelumnya gojekan atau tidak. Yang penting kondisinya waktu tidur kepalanya tidak berada di utara dan menghadap kiblat menyerupai mayit itu tahu-tahu pindah di kuburan belakang,” ungkap pemuda yang telah nyantri selama 10 tahun tersebut.
Selain dialami oleh santri kejadian ganjil juga dialami oleh warga setempat.
Diceritakan bahwa ada warga yang rutin menunaikan tahajud setiap malam, namun suatu malam terlewat untuk menunaikan salat malam tersebut.
“Yang namanya Mbah Satiyah itu pernah sampai mimpi diamuk sama jin penunggu masjid karena meninggalkan salat tahajud,” kekehnya.
Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus mengunjungi lokasi masjid suasana memang tampak khas bangunan kuno.
Dari kusen dan jendelanya amat terlihat bukan buatan kemarin sore.
Di sisi selatan begitu jelas terlihat debit air Sungai Lusi sedang naik.
Sementara beberapa santri tidur di serambi untuk menunggu jadwal ngaji menjelang sore.
“Ya kalau puasa begini full ngaji kitab kuning, pagi siang, sore, malam. Kalau yang sore ngaji umum bersama warga,” timpal Kang Kamil.
Diketahui terdapat santri sejumlah 300-an yang belajar di tempat tersebut. 80 di antaranya berstatus santri mukim.
“Gedung putra di dekat menara lantai dua bagian timur. Sementara untuk putri terpisah di lantai dua dan lantai tiga sebelah Barat,” rujuknya. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa