Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kirab Boyong Grobog di Grobogan Berlangsung Meriah, Begini Keseruannya

Abdul Rokhim • Minggu, 3 Maret 2024 | 23:46 WIB
NAIK KERETA KENCANA: Bupati Grobogan Sri Sumarni menyapa warga yang menyalami dari tepi jalan saat prosesi Kirab Boyong Grobog pada Minggu (3/3).
NAIK KERETA KENCANA: Bupati Grobogan Sri Sumarni menyapa warga yang menyalami dari tepi jalan saat prosesi Kirab Boyong Grobog pada Minggu (3/3).

 

GROBOGAN - Suara tabuhan gong memecah suasana riuh di pelataran kantor Kelurahan Grobogan pada Minggu (3/3).

 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus Bupati Grobogan, Sri Sumarni menabuhnya sebagai tanda untuk mengawali perjalanan Kirab Boyong Grobog.

Baca Juga: Cerita Mistis di Balik Jebolnya Tanggul Mati di Kemiri Grobogan, Operator Alat Berat Kerap Diganggu Makhluk Gaib

Para kepala desa, lurah dan camat se-kabupaten termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) tampak seragam.

Mengenakan pakaian adat Jawa dengan blangkon bagi pria dan kebaya bersanggul bagi wanita. Dengan iringan langgam karawitan dan tari-tarian.

Secara serentak semuanya berangkat dari Kelurahan Grobogan menuju Pendopo Kabupaten.

Pukul 09.00 WIB, bupati, manggolo yudho, para pimpinan OPD beserta rombongan mulai berangkat mengendarai kereta kencana dan bendi.

Sementara yang lainnya terlihat naik odong-odong maupun kendaraan roda empat.

Warga tampak berduyun-duyun menyambut dan melempar salam sepanjang tepi jalan menuju ke pendopo.


Baca Juga: Konser Denny Caknan di Purwodadi Grobogan Batal Digelar, Penonton Kecewa Minta Uang Dikembalikan

Dibutuhkan setidaknya 1.5 jam perjalanan dari kantor Kelurahan Grobogan untuk sampai ke pendopo kabupaten.

Setelah sampai di depan pendopo, bupati tidak langsung masuk melainkan wijik atau mbasuh asta (cuci tangan) terlebih dahulu.

Air yang digunakan ialah air yang bersumber dari beberapa tuk atau mata air di wilayah kabupaten.

Hal itu dimaksudkan untuk membersihkan sesuatu yang buruk.

Kemudian bupati beserta rombongan masuk ke pendopo menyerahkan pusaka keris Kiai Sengkelat dan tombak.

Termasuk pemasangan pataka Grobogan dan bendera merah putih. Disambung doa memohon keselamatan oleh kementerian agama.

Acara dilanjutkan dengan hajatan potong tumpeng dan ingkung ayam oleh Bupati Grobogan serta wilujengan bumi pepali di alun-alun.

Baca Juga: 313 Jiwa di Grobogan Terjangkit Demam Berdarah (DB), Kenali Tanda dan Antisipasinya

"Boyong Grobog ini menjadi simbol untuk mengingat perpindahan pusat pemerintahan. Yang dulunya berada di Kelurahan Grobogan ke Pendopo Kabupaten Grobogan," terang Bupati Sri Sumarni.

Gunungan tak ubahnya menjadi simbol kekayaan alam di Bumi Grobogan. Masyarakat pun berebut isi gunungan yang meliputi beragam hasil bumi untuk mengharap berkah.

"Terima kasih banyak karena masyarakat telah ikut sengkuyung bareng dan merestui acara ini," utarakannya.

Baca Juga: 313 Jiwa di Grobogan Terjangkit Demam Berdarah (DB), Kenali Tanda dan Antisipasinya

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus membangun Kabupaten Grobogan. Meneruskan perjuangan para leluhur.

"Semoga semua guyub rukun, tenterem raharjo. Kabupaten Grobogan gemah ripah loh jinawi," harapnya.

Dengan iringan gending dan langgam-langgam yang mengalun, bupati beserta para OPD menari (tayuban, Red) bersama. Mengekspresikan rasa syukur di 298 tahun Kabupaten Grobogan. Sementara masyarakat menikmati tumpeng dan nasi ingkung yang dibagikan secara meriah. (fik/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#bupati #grobogan #seru #sri sumarni #boyong grobog