GROBOGAN - Berbagai upaya dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 ini untuk bisa jadi anggota dewan salah satunya dengan meminta bantuan guru spiritual.
Tidak hanya melakukan sebaran amplop kepada pemilih, ada juga jalur spiritual agar usaha untuk jadi anggota dewan bisa tercapai.
Usaha itu, dengan melakukan ritual dan amalan yang dilakukan agar caleg bisa jadi.
Bahkan, ritual ini dilakukan tidak hanya dari caleg DPRD Kabupaten, tetapi juga ada dari DPRD Provinsi dan DPR RI. Mereka mendatangi orang pintar.
Mulai dari dukun, kyai, Gus, hingga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes).
Hal itu diungkapkan salah satu pengasuh Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo KH Muhammad Gufron Mulyadi.
Ia mengaku, banyak dari caleg datang kepadanya untuk meminta bantuan untuk didoakan dan diberikan amalan agar hajat menjadi dewan tercapa.
Saat Pemilu 2024 ini yang meminta bantuanya ada 25 caleg. Mulai dari caleg dewan Kabupaten, Provinsi sampai RI.
”Saat ini tidak kurang 25 caleg. Saya lihat ada peningkatan pertarungan untuk meningkatkan kekuatan tidak hanya dohir tetapi juga batin,” kata pria yang akrab disapa Gus Mbodo ini.
Menurutnya permintaan doa dan pemberian amalan pada musim Pemilu lebih ramai dibandingkan pada hari biasa.
Dimana setiap hari orang yang ke tempat untuk melakukan konsultasi dan minta doa dalam permasalahan sehari-hari ada 5 sampai 10 orang.
Diantaranya masalah kesehatan, keungan, konsultas keluarga, pekerjaan, pengobatan, asmara, buat usaha dan lainya.
”Kita juga ikut mengawal pencalonan lurah, kepolisian, PPPK, CPNS dan problem rumah tangga. Solusinya kita berikan amalan doa,” ujarnya.
Terkait siapa caleg yang datang kepadanya, dirinya mengaku tidak hanya dari Kabupaten Grobogan.
Namun, juga berasal dari Kabupaten Blora, Pati, Kudus, Semarang dan Sragen.
Rata-rata mereka berangkat dari orang sederhana tetapi dari segi spiritualnya kuat agar bisa lebih dikenal dan bisa jadi anggota dewan.
”Saya tidak pasang tarif. Tetapi juga ada yang ada namanya gambling. Ini tidak untuk caleg. Biasanya untuk pemiliha Kepala Desa. Kita atur strategi, diberikan doa, kita stay di tempatnya. Nanti ada kesepakatan jika berhasil nanti untuk pembangunan pesantren,” terang dia.
Ditanya apakah dari jalur spiritual bisa menjamin jadi? Dia mengaku, bahwa jaminan jadi apa tidak.
Namun, tidak statement harus ada pola pemahaman. Akan dilakukan kalkulasi hari lahirnya apa, weton apa, dan dari pendahulunya ada tokoh orang besar apa tidak.
”Jadi tidak hanya jalur penerawangan. Tetapi ada hitungan weton dan beberapa kajian,” aku dia.
Dari beberapa pengalaman dari Pemilu 2019 lalu, ada dari tamunya yang jadi anggota DPRD.
Sementara caleg yang tidak jadi 99 peren juga karena ada beberapa hal.
Semisal diminta untuk melakukan bacaan tertentu pada pagi hari setelah subuh.
Kegagalan ini dikarena ada kesalahan caleg tidak melakukanya.
Ritual untuk caleg sebelum dan sesudah melakukan hari H pencoblosan ada ritual yang harus dilakukanya.
Salah satu contohnya bagi caleg Grobogan harus berziarah ke makam leluhur daerah.
Seperti di makam Ki Ageng Selo , Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Getas Pendowo dan wali-wali lain di daerah masing-masing.
Setelah itu, memberikan bacaan setiap hari yang harus dibaca untuk pengasihan.
Supaya wajah ketemu jumpa seseorang yang diingat adalah wajah.
”Ada selametan ini dengan manaqib Syeh Abdul Qodir dengan hari tertentu. Selanjutnya ada silaturrahmi ke pemilih. Setelah ada coblosan ini selametan lagi,” terang dia.
Ritual apa yang dilakukan, syaratnya dengan selametan dengan ayam besar, gereh petek, kuluban, ramesan.
Utamanya yang masak untuk manakib dalam keadaan suci. Sedangkan pantangan melakukan tidak boleh sombong, karena sombong akan pengaruhi energi.
”Selama dalam proses pemilihan dilarang tidur bakda ashar dan tidur setelah subuh. Jika makanan dan yang lainya tidak. Dalam sisi energy untuk kekuatan diri,” tambahnya.
Dia menambahkan, dalam garis besar secara langkah ditentukan oleh petunjuk.
Seperti dari Caleg ini diarahkan petujuk dari Ilham missal dari pemakaian keris punya pamor.
Kemudian ada yang buat rajah Sulaiman, ada yang disarankan hanya bacaan wirid. Ada buat ritual ke tempat leluhurnya.
Ada yang disarankan menghadap Sunan Kali Jaga.
Ada yang disarankan di Sunan Muria berdoa disana dilakukan sesuai dengan peunjuk .
”Jadi langkahnya beda. Tetapi kita selalu gerak spiritual gerakan.Misal kita lemah dan kita gas maka kita akan doakan. Kita pemahaman membaca lewat pernasiban, weton dan hari yang lainya masalah kejayaan,” tandasnya.
Ia juga mengatakan ada yang mengaku nama caleg dirahasiakan karena caleg menutup diri lewat jalur ini. (mun)
Editor : Dzikrina Abdillah