Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Patut Ditiru, Desa Teguhan Grobogan Sukses Hasilkan Omset Ratusan Juta lewat Peternakan Petelur selama Setahun

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 23 Januari 2024 | 00:20 WIB

 

INOVASI: Kades Teguhan Karsono bersama Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dispermades Yuono Joko Susanto saat panen telur di peternakan ayam petelur Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan.
INOVASI: Kades Teguhan Karsono bersama Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dispermades Yuono Joko Susanto saat panen telur di peternakan ayam petelur Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan.

GROBOGAN - Fokus pada bisnis ternak ayam petelur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Teguhan, Kecamatan Grobogan selama setahun sukses mendapatkan omset hingga ratusan juta.

BUMDes tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Kabupaten Grobogan.

BUMDes Teguhan ini bernama Teguh Jaya Mulya, selain pada ternak ayam petelur. 

BUMDes ini juga bergerak dalam usaha Samsat Budiman, persewaan tratak, sound system dan rias pengantin.

Baca Juga: Berkunjung ke Grobogan, Jokowi Serahkan Tiga Ribu Sertifikat PTSL hingga Bagi-bagi Sepeda

“Dalam setahun, BUMDes kami memperoleh omset sebesar Rp 154 juta. Hal ini menjadi capaian yang luar biasa dalam mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Ternak ayam petelur menjadi salah satu andalan. Walaupun awalnya sempat mendapat penolakan,” jelas Kepala Desa Teguhan Karsono.

Menurutnya, ide ternak ayam sudah terbesit sejak lama. Namun, saat itu belum bisa dilakukan.

Hingga akhirnya tahun lalu bisa direalisasikan kegiatan pemberdayaan BUMDes melalui kegiatan ternak.

”Untuk ternak kami sudah mulai sejak 2018, saat itu dapat modal awal dari ketahanan pangan provinsi senilai Rp 20 juta untuk ternak. Waktu itu hanya ada satu sapi dan enam kambing. Kemudian baru tahun lalu kami ganti dengan ternak ayam petelur. Sedangkan untuk idenya sendiri, sudah sejak dulu kami memikirkan ketahanan pangan. Baru ini bisa terealisasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Jual Sabu, Mantan Polisi di Purwodadi Ini dibekuk Polres Grobogan

Dari hasil ternak ayam petelur itu, desa mampu mendapatkan Rp 96 juta.

Banyak pedagang langsung datang ke kandang untuk membeli telur.

Dari 1.400 ekor ayam, rata-rata per hari bisa memproduksi 50 hingga 65 kilogram telur. Dengan harga per kilogram Rp 23.300.

”Sempat mendapati kendala selama El Nino kemarin. Terkait pakan ayam, yang bisanya jagung murah selama El Nino jadi mahal. Petani banyak gagal panen, jadi tidak ada suplai jagung. Biasanya Rp 5 ribu, pas itu jadi Rp 8 ribu. Akhirnya beli pakan jadi yang lebih murah,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pemilihan usaha tersebut karena melihat potensi pasar yang ada saat ini.

Hal ini merupakan kerja keras dari pengurus BUMDes, kolaborasi dan kekompakan semua unsur, BUMDes dapat berkembang pesat hingga memiliki omset ratusan juta.

Selain itu, lanjut Karsono, dukungan besar dari warga desa juga menjadi kekuatan dalam mengembangkan Bumdes.

Baca Juga: Begini Komentar Presiden Jokowi Usai Meninjau Puskesmas Toroh 1 Grobogan

Serta pendalaman dan pemahaman terhadap berbagai regulasi dan strategi pemasaran yang jitu menjadi bagian penting dalam pengembangan BUMDes.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dispermasdes Grobogan Yuono Joko Susanto berharap kepada pengurus BUMDes agar terus berinovasi agar usahanya semakin berkembang.

Serta bisa menjadi contoh desa yang lain.

"Semoga usahanya terus berkembang dan menjadi contoh untuk desa-desa lainnya. BUMDes tersebut menjadi salah satu terbaik di Kabupaten Grobogan,” terangnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#pemasaran #grobogan #Ayam petelur #BUMDes #Omset