PURWODADI - Sejumlah korban batalnya konser dengan nama Road To Gayeng Fest di Purwodadi mulai lapor ke Mapolres Grobogan lantaran tak kunjung mendapatkan refund tiket.
Sebagai informasi, konser Road To Gayeng Fest tersebut mendatangkan sejumlah musisi lokal dan bintang tamu artis ternama Denny Caknan.
Rencananya, konser tersebut digelar 2 Desember 2023 di Lapangan Danyang, Purwodadi.
Tiket pun sudah dijual secara daring maupun offline dengan beberapa kelas.
Sayangnya konser tersebut akhirnya dibatalkan dengan alasan kurangnya kesiapan penyelenggara untuk memenuhi venue standar kamtibmas di Purwodadi.
Hal itu diumumkan batal pada 23 November 2023, di akun instagram milik promotor.
Dalam pengumumannya, Penyelenggara berjanji akan melakukan refund tiket mulai 29 November hingga 31 Desember 2023.
Namun hingga hari ini Kamis (5/1) belum ada kabar terkait refund tiket para penonton.
Hal itu diungkapkan salah seorang korban bernama Varantika.
Ia mengaku bersama temannya telah membeli tiket senilai Rp 1,2 juta.
"Tapi sampai sekarang, ternyata belum dikembalikan uangnya. Saya berdua dengan teman saya sudah beli tiket senilai Rp 1,2 juta," terang Varantika.
Baca Juga: HEBOH! Saipul Jamil Diringkus Polisi di Jalur Busway Jakbar, Terkait Kasus Narkoba?
Varantika mengaku sudah beberapa kali menghubungi promotor tersebut.
Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, uang tidak dikembalikan.
"Pernah saya hubungi lewat WhatsApp, katanya mau dicek dan berjanji sampai 31 Desember. Namun hingga saat ini masih nihil," ujarnya.
Saat ini pihaknya telah mengumpulkan beberapa korban lainnya untuk melengkapi barang bukti yang sudah ada.
"Sementara ada 23 korban dengan kerugian sekitar Rp 10 juta," ujarnya.
Kemungkinan korban pembatalan konser tersebut lebih dari 23 orang.
Lantaran hingga kini akun Instagram promotor masih terus diserbu para korban yang meminta refund tiket konser yang batal.
Alhasil Varantika pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Grobogan pada Rabu (4/1) kemarin.
"Rabu kemparin saya sudah lapor ke SPKT Polres Grobogan," kata salah satu korban, Varantika. (int)
Editor : Dzikrina Abdillah