GROBOGAN – Hujan deras yang terjadi Senin (1/1) sore dan Selasa (2/1) dini hari kemarin mengakibatkan beberapa air Sungai Tuntang meluap.
Juga beberapa tanggul jebol. Luapan banjir dan tanggul jebol itu mengakibatkan air membanjiri lima kecamatan, yaitu Kecamatan Gubug, Kecamatan Taggungharjo, Kecamatan Karangrayung, serta Kecamatan Penawangan.
Siti Rohmah warga Desa Ngambakrejo, Tanggungharjo, Grobogan, mengatakan banjir terjadi Senin malam (1/1) pukul 23.00.
Warga mendapatkan informasi jika air turun dari arah Kecamatan Gubug menuju Kecamatan Tanggungharjo.
”Mendapatkan kabar ada banjir. Kami sekeluarga mengungsi dan membawa barang yang masih bisa dibawa ke daerah aman,” kata Siti Rohmah.
Untuk menyelamatkan barang elektronik dan sepeda motor, keluarga tersebut menaikan sepeda motor di atas kursi. Kemudian diikat dengan tali, agar tidak terjatuh.
Akibat banjir tersebut, seluruh lantai rumah tertimbun lumpur. Banjir surut pukul 10.00 kemarin.
”Terus kami pulang untuk bersih-bersih rumah. Kami alami keluhan gatal-gatal di kaki,” terang dia.
Hal sama juga diungkapkan Sutimah warga Ngambakrejo, mengaku bahwa banjir terjadi mengakibatkan seluruh rumah terendam air.
Sehingga menjadikan barang–barang di seluruh rumah basah. Tak terkecuali pakaian warga.
”Warga terpaksa menutup jalan depan rumah karena airnya masuk rumah lagi jika ada kendaraan truk atau mobil lewat. Tadi lawang pintu saya jebol,” aku dia.
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, banjir di Kecamatan Kedungjati terjadi di Desa Ngombak.
Kedua di Kecamatan Gubug terjadi di Desa Penadaran. Di wilayah itu 30 rumah tergenang air banjir.
Banjir di Desa Penadaran terjadi karena tanggul sungai Penadaran jebol selebar 30 meter.
”Hujan lebat berasal dari perbukitan hutan Desa Penadaran,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih.
Air banjir masuk ke puluhan rumah warga di Dusun Bantengan dan Dusun Sasak. Ketinggian air kisaran 20-40 Cm. Mengakibatkan kerusakan beberapa rumah.
Ketiga banjir di Kecamatan Gubug terjadi di Desa Gubug berasal dari limpas ke jalan di Jembatan gantung serang Desa Gubug.
Limpasan air banjir juga menggenangi Jalan Gubug – Salatiga di Desa Kwaron, dengan ketinggian air sekitar 30-50 Cm.
Kemudian di Desa Trisari, banjir mulai masuk ke area permukiman warga sekitar jam 02.00.
Banjir di wilayah itu diakibatkan hujan lebat, kemudian air Sungai Tuntang meluap. Sehingga air masuk ke area perkampungan warga.
”Yang terdampak banjir Dusun Kuniran, Desa Trisari ada sekitar 20 rumah dengan ketinggian sekitar 50 Cm. Area persawahan yang terdampak sekitar 80 hektare,” ujarnya.
Ketiga Kecamatan Tanggungharjo, banjir melanda di Desa Ngambakrejo Selasa (2/1) pukul 03.00.
Hujan deras mengakibatkan air Sungai Irigasi Gelapan Barat meluap. Juga aliran dari Sungai Tuntang yang mengalir di Desa Ngambakrejo, Tanggungharjo.
Mengakibatkan banjir di perkampungan. Daerah yang terdampak ada di Dusun Ngambak Wetan RT 2, 3/RW 2 ada 20 rumah. Area itu tergenang ketinggian air 30 Cm - 1 meter.
Dusun Ngrawing RT. 3, 5, 6, 8/RW 3 menggenangi 220 rumah. Ketinggian air 30 Cm - 1 meter. Dan Dusun Ngetuk RT 3, 4/RW 4 menggenangi 60 rumah. Ketinggian air 50 Cm - 1 meter.
”Saat ini air sudah mulai surut dan warga membersihkan rumah masing-masing,” terang dia.
Keempat di Kecamatan Karangrayung terjadi Desa Mojoagung. Banjir karena ada beberapa tanggul jebol di beberapa tempat di dusun tersebut.
Yaitu di Dusun krasak dan dusun bungkel menuju ke area persawahan dan pemukiman. Saat ini kurang lebih 300 KK yang rumahnya terendam banjir .
Rumah warga yang terdampak berada di Dusun Krasak, Dusun Karangjati, Dusun Mendalan, Dusun Bungkel, Dusun Ngetos.
Banjir juga memaksa siswa di SDN 2 Mojoagung dan SD N 3 Mojoagung diliburkan. Karena terendam banjir 60 sentimeter.
Kelima banjir terjadi di Desa Kramat wilayah Dusun Bendungan. Banjir diakibatkan karena limpasan aliran dari hulu sungai. Sehingga menyebabkan banjir di wilayah Dusun Bendungan.
Akibat banjir tersebut Jalan utama Pengkol – Mojoagung, Dusun Bendungan, Desa Kramat tersendat. (mun/zen)
Editor : Ali Mustofa