GROBOGAN – Makam Ki Ageng Selo yang diwacanakan akan dipercantik hingga kini tak kunjung teralisasi. Pemkab mengklaim masih menunggu kepastian anggaran dari pusat.
Kabid Permukiman Disperakim Grobogan Darlan mengungkapkan kawasan Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo diusulkan menjadi kawasan tematik semakin digodok matang di tahun ini.
DED tahap awal telah rampung dibuat. Kini menunggu kepastian anggaran dari pusat.
Baca Juga: Ngeri! Tangki Truk di Godong Grobogan Meledak saat Hendak Dilas, Begini Kondisi Korban
“Berbagai kelengkapan readiness criteria (RC) sudah disiapkan. Pemerintah desa (pemdes) setempat juga sudah menyiapkan peraturan desa (perdes) hingga memproses penyerahan non lahan sawah yang dilindungi (LSD). Karena membutuhkan perluasan lahan sekitar delapan hektare,” ungkapnya.
Dalam mempercantik kawasan religi secara keseluruhan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 238 miliar.
“Anggaran yang dibutuhkan juga cukup besar. Maka membutuhkan proses panjang. Saat ini baru koordinasi dengan pusat. Baru diusulkan, belum ada informasi lebih lanjut,” imbuh Darlan.
Dari nominal tersebut, pihaknya mengusulkan anggaran secara bertahap. Di mana untuk pengerjaan prioritas.
“Untuk saat ini kami coba usulkan pengerjaan untuk pembangunan aksesbilitas terlebih dulu sekitar Rp 3,8 miliar,” ungkapnya.
Pengerjaan prioritas yang akan dilakukan seperti penataan gerbang akses masuk jalan utama ke situs Makam Ki Ageng Selo, penataan koridor jalan utama dengan panjang 1,84 km lebar 7 meter, kemudian pengadaan trotoar dengan panjang 1,84 km lebar 1,5 meter.
Serta ada pengadaan jalan dengan panjang 1,3 km dan lebar 4 meter hingga pengadaan drainase lingkungan ukuran 90/110 (u-ditch).
“Kami harap dengan adanya penataan di kawasan religi ini mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Grobogan. Harapannya bisa menaikkan perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya. (int/mal)
Editor : Ali Mustofa