Geger! Petani asal Rejosari Grobogan Ditemukan Meninggal Dunia di Sawah, Ini Penyebabnya

Sirojul Munir • Dipublikasikan Minggu, 19 November 2023 | 22:37 WIB

IDENTIFIKASI: Anggota Inafis Polres Grobogan melakukan pemeriksaan kepada korban kesetrum di area persawahan Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan.
IDENTIFIKASI: Anggota Inafis Polres Grobogan melakukan pemeriksaan kepada korban kesetrum di area persawahan Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan.

GROBOGAN – Ngatmo warga Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (18/11).

Korban ditemukan posisi tengkurap di tengah sawah milik Kusrin, sekitar pukul 05.30 WIB di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan.

Kapolsek Grobogan AKP Candra Bayu Septi mengatakan, korban ditemukan kali pertama oleh Sudarsono, rekan korban sesama petani saat hendak bekerja mengolah sawah milik Kusrin tersebut.


Baca Juga: Sambat Pupuk Sulit, Petani Grobogan Wadul ke Prabowo-Gibran lewat DPC Tani Indonesia, Ini Keluhannya

Ketika itu, temanya melihat korban dalam keadaan tidak bergerak dan posisi tengkurap.

Selanjutnya pemilik sawah bersama warga yang lain mendatangi lokasi kejadian dan menemukan adanya kabel dan kawat yang masih terpasang untuk jebakan tikus yang menggunakan arus listrik. Kejadian dilaporkan ke Polsek Grobogan.

”Dari laporan saya terima Unit Reskrim bersama tim medis Puskesmas Grobogan dan Tim Inafis Polres Grobogan langsung menuju ke lokasi kejadian. Hasil olah TKP didapatkan bahwa benar ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia,” kata AKP Candra Bayu Septi.

Baca Juga: Disesalkan, Bangunan Tua Water Brug Van Amsterdam di Wirosari Grobogan Penuh Coretan Tangan Jahil

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan medis ditemukan adanya luka bakar di bagian dada kiri, paha kanan dan bawah jari kiri. Kemudian kaki kiri korban juga ditemukan tersangkut kawat jebakan tikus.

Selain itu, di sekitar lokasi kejadian, juga ditemukan adanya katak yang mati di kawat jebakan tikus yang diduga dari aliran arus listrik tersebut.

”Pemilik sawah Kusrin juga telah memasang jebakan tikus dengan arus listrik di area persawahan dengan tujuan untuk mencegah hama tikus di sawah,” ujarnya.

AKP Chandra Bayu Septi menghimbau kepada masyarakat pemilik sawah agar tidak memasang jebakan tikus dengan arus listrik.

Kemudian kepada masyarakat agar tidak memasang jebakan tikus dengan arus listrik di area persawahan.

”Pemasangan jebakan tikus dapat membahayakan bagi para petani yang sedang bekerja di sawah.Meski dinilai efektif untuk membasmi hama tikus, tetapi pemasangan jebakan dengan arus listrik dapat membahayakan dan dapat memakan korban jiwa,” terang dia. (mun)

Editor : Abdul Rokhim
petani sawah tersetrum meninggal dunia jebakan tikus