GROBOGAN – Enam rumah roboh dan puluhan lainnya rusak diterjang angin kencang.
Rinciannya, dua rumah roboh ada di Desa Nampu, Karangrayung, dan empat rumah roboh di Desa Temon, Brati.
Rumah roboh di Desa Nampu, Karangrayung, itu milik Siti Aminah, warga RT 1/RW 7, dan milik Sudarwati, warga RT 2/RW 6.
Sedangkan empat rumah di Desa Temon, Brati, milik Suwano, Suliyem, Gunarso, serta Umbar Juni Pratiyo.
Siswati warga Desa Temon mengatakan, kejadian rumah roboh itu pada Kamis sore (9/11) pukul 16.30.
Saat itu, terjadi hujan deras disertai angin kencang. Dengan durasi satu jam.
”Saat hujan itu, ada empat rumah roboh. Termasuk rumah saya. Saat hujan deras sekeluarga keluar rumah semua,” katanya.
Di antara rumah roboh itu, ada satu pemilik rumah yang tertimpa puing-puing.
Beruntung bisa diselamatkan.
”Meski tidak mengakibatkan korban jiwa, tapi akibat puting beliung warga mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Saat itu warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Korban puting beliung yang rumahnya roboh, kini terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat.
Setelah hujan reda, petugas kepolisian bersama warga melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan reruntuhan rumah.
Kemudian kemarin pagi mereka membantu korban memperbaiki rumah.
Kapolsek Brati AKP I Ketut Sudhiarta mengatakan, dari bencana angin puting beliung di Desa Temon, Brati, ada empat rumah roboh dan ratusan rumah rusak genteng dan atap.
”Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kerugiannya mencapai Rp 125 juta,” terangnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa